8.5.09

gilar dan tasya


dan mungkin kamu tidak tau bahwasanya waktu cenderung menipu
memaksa kita berdialektika dengannya lalu menghempas begitu saja
padahal mungkin kamu sudah tau apabila waktu selalu berlalu

dan mungkin kamu tidak tau bahwasanya jarak selalu begitu
membongkar nyawa dari raga dan tersenyum seolah baikbaik saja
padahal mungkin kamu tau apabila jarak cenderung dalu

sayang, kali ini kita bukan lagi penonton namun pelakon

barangkali kita terlalu bersahaja dan menelanjangi gahara dahaga
barangkali kita terlalu sederhana dan bersetubuh dalam sureal maya
barangkali kita terlalu komplikatif dan menampar percik rindu
barangkali kita terlalu kontradiktif dan bergurau layak angin lembah harau

sayang, kali ini kita bukan lagi pemikat namun pengikat

dalam mediamedia imaji tingkat tinggi
dalam mediamedia fantasi langitan
dalam mediamedia kenikmatan ragawi

maukah kamu menghapus bibirnya di bibirku dengan bibirmu?
lantas apakah bibir bisa menjadi pengganti gelombanggelombang bipolar
ketika bibir yg ada tak mampu mengobati kejengahan yg terpendam liar?

hingga pada posisi
jatuh cinta itu luarbiasa;
zaman ini sudah gila;
hati gelap kacau pikiran;
mau ikut gila sudah duluan;
yg terlambat tak kebagian!

tidak sayang, cinta ini bukan kue yg lembut dan manis
bukan pula sembilu yg menyayat merajut dan mengiris

sadis

pencekokan marjinalitas menjadikannya komoditi
mendefinisikan hati layaknya mesin fotokopi
menjelajahi rongga asmara dg kain kafan modernisasi
padahal kita hanya membutuhkan afeksi

baiklah sayang, maafkan aku
aku terlambat mengirim pesan untukmu
nanti malam, kita masih tetap bercerita kan?

Labels:

24.4.09

menciptakan kenikmatan merajut kasih sayang


sayah dapet artikel ini, hasil kompilasi dari artikel dan wawancaranya dr. Silvia Werdhy Lestari, euhehehe, mungkin yg belum pada tau, silakan search ajah di google!
well, okay, selamat membaca!!

Dokter cantik nan seksi ini menjelaskan secara spesifik apa sebaiknya yang dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan saat menjalani fase atau tahap-tahap FIA.

Foreplay yang baik seperti apa?
Bisa mengantarkan wanita menuju interplay. Intinya lubrikasi dan ereksinya cukup untuk penetrasi. Yang sering terjadi pria kurang mengeksplorasi zona erotik, karena mereka kebanyakan hanya mengetahui bibir, payudara, padahal di belakang telinga, dibelakang leher juga zona erotik. Yang perlu diketahui, wanita kadang masih takut untuk melakukan interplay, karena merasa belum siap. Karena itu saat foreplay laki-lakinya harus mengeksplor semua zona erotik semaksimal mungkin. Tapi pihak wanita juga mengimbangi dengan menyentuh seluruh zona erotik laki-laki yang tidak hanya berpusat di 'Mr Stick'. Sehingga saat interplay wanitanya sudah siap.

Benarkah zona erotik lebih banyak di tubuh wanita ketimbang lelaki?
Tidak juga. Hanya saja wanita itu lebih sensitif dibandingkan laki-laki. Zona erotik laki-laki dan wanita sama saja. Biasanya laki-laki yang lebih dulu memulai foreplay.

Jadi dalam foreplay laki-lakilah yang lebih dominan melakukannya?
Dominannya laki-laki namun tidak menutup kemungkinan wanitanya juga. Bagi pria yang sulit terbangkitkan gairah maupun dorongan seksualnya, lebih baik wanita yang lebih banyak melakukannya. Misalnya saja laki- lakinya terlalu sibuk, banyak pikiran, sehingga perlu dirangsang lebih lama dan baiknya menyentuh zona erotik.

Benarkah waktu mempengaruhi foreplay? Baiknya berapa lama?
Tidak ada patokan waktu tertentu. Pokoknya ketika ereksi penuh dan lubrikasinya cukup, itu sudah cukup. Kadang bisa lama, kadang enggak. Kalau sedang capek pasti butuh yang lama, tetapi kalau sedang mood sebentar saja. Lihat situasi dulu!

Bagaimana jika melakukan foreplay dengan wanita yang 'dingin' alias frigid?
Itu sudah suatu gangguan, tidak bisa diterapkan seperti orang normal. Ada terapi khusus menyembuhkannya. Namanya Sex Therapy. Kalau di Indonesia kita tidak bisa menyebutnya dengan terapi seks, karena kesannya hanya kegiatan seks itu sendiri. Padahal awalnya kita konsultasi dulu. Frigid kan sudah disfungsi dorongan seksual, tidak termasuk kelainan seks.

Benarkah banyak pasangan malas melakukan foreplay?
Biasanya saat belum menikah mungkin senang dengan foreplay, tetapi saat sudah menikah ada pasangan yang malas untuk foreplay, mereka langsung melakukan interplay.

Adakah dampak negatif bagi hubungan kedua belah pihak?
Sering kali memang kalau suami istri itu langsung saja ke interplay-nya. Ini yang disayangkan. Demi kelanggengan hubungan suami istri harmonis ke depan.

Jadi sebaiknya tetap harus ada foreplay dulu, karena apa?
Jika terbiasa dengan foreplay bisa menciptakan variasi-variasi baru. Kerugiannya kalau tanpa foreplay, wanitanya bisa tidak mencapai orgasme, sementara pada pihak pria akan dilanda kebosanan, istilahnya disfungsi arousal yakni nafsu seksnya lebih sulit ketika bersama istri. Biasanya ini pada masa pernikahan yang berlangsung sudah beberapa tahun. Ujung-ujungnya disharmonis.

Tadi disebut-sebut foreplay dengan oral seks, apakah aman ketika tidak sengaja menelan cairan yang keluar dari 'Mrs V'?
Cairan itu adalah cairan lubrikasi wanita. Jika wanitanya bersih tidak berpenyakit kelamin aman-aman saja. Namun jika cairan itu berupa keputihan tidak boleh, itu jamur, parasit bakteri, dengan ciri-ciri gatal-gatal, berbau amis, mengental seperti susu. (mantaap dook! :jodie:) Memang ada sinyaleman yang menyatakan oral seks sebagai salah satu penyebab kanker mulut. Karena itu saya anjurkan supaya menjaga kebersihan. Setelah melakukan oral seks sebaiknya kumur-kumur dengan cairan antiseptik.

Saat foreplay oral seks dengan menaruh ice cream atau madu disekitar 'Mrs V' apakah aman- aman saja?
Intinya menjaga kebersihan. Setelah melakukan itu, langsung dibersihkan dengan air hangat. Tapi takutnya ada bahan tertentu pada ice cream maupun madu tadi yang menimbulkan alergi, kasihan wanitanya! Sepanjang aman-aman saja tidak apa-apa. Tapi ada yang alergi! Jadi sebaiknya yang natural saja!

Tanda-tanda wanita siap untuk lanjut ke interplay?
Lubrikasinya cukup, warna vagina merah sedikit menebal, berikut payudara mengencang.

Sebaiknya berapa lama melakukan interplay?
Sampai orgasme itu terjadi. Semua orang berbeda-beda waktunya tidak ada yang sama. Sebaiknya lebih dari tiga menit! Yaah, idealnya antara 3-7 menit saja cukup. Karena jarang sekali wanita yang mencapai orgasme kurang dari tiga menit.

Sebaiknya orgasme dicapai berapa kali?
Baiknya satu kali aja. Untuk wanita cukup sekali. Cuma ada beberapa laki-laki yang menginginkan berkali-kali. Dan memang multiple orgasm itu menyenangkan namun dibutuhkan cinta yang luar biasa.

Jika interplay dilakukan secara tergesa-gesa, semacam quickie sex, bagaimana?
Ini cenderung menimbulkan tindakan kasar terhadap wanita. Tergesa-gesa tidak baik. Kecuali gerakannya yang cepat tapi berangsur-angsur pelan itu bagus. Laki-lakinya jika mampu memainkan speed-nya dengan baik akan memberikan orgasme yang maksimal bagi wanita. Beda jika laki-lakinya ejakulasinya cepat, wanitanya tidak sempat orgasme. Biasanya laki-laki yang tidak tahan jika pasangannya baru. Tapi lambat laun jika sudah rutin melakukan ML akan bisa mengatur speed-nya. Maka dari itu, quickie sex memang lebih terasa nikmat jika pasangan tersebut bisa mengatur ritme berhubungan.


Darimana kita bisa mengetahui dengan pasti bahwa wanita itu orgasme atau tidak?
Reaksi orgasme wanita itu berbeda-beda. Tapi pastinya yang ada terasa hangat, kemudian terasa jepitan beraturan pada otot-otot 'Ms V', seperti denyutan. Kalau tidak seperti itu berarti dia tidak orgasme. Ada kasus dari hasil penelitian yang ada di RSCM, 70 % wanita mengalami disfungsi orgasme.

Kenapa laki-lakinya tidak mengetahui?
Karena wanitanya berbohong. Mereka malu dan tidak berani untuk terus terang. Jika memang wanitanya tidak bisa merasakan orgasme perlu diterapi khusus sebab ia menderita disfungsi orgasme. Lebih baik konsultasi dulu ke seksolog.

Jika pasangan belum juga mencapai orgasme, apakah baiknya laki-laki menahan dulu ejakulasinya?
Baiknya begitu, namun jangan menahan sampai berkali-kali. Cukup sekali saja, ketika wanitanya hendak mencapai orgasme lelaki ejakulasi. Jangan terlalu sering menahan ejakulasi sebab nantinya akan menimbulkan penyakit prostat. Hal ini dilakukan sekali-kali saja saat pasangan wanitanya belum merasakan orgasme.

Yang dihindari saat interplay apa?
Ejakulasi dini. Hal-hal yang menurunkan gairah seksual, misalnya, adanya celetukan "Gimana sih kok nggak 'keluar-keluar'?", serta perbuatan kasar.

Perlukah alat bantu saat interplay?
Pada saat ini penetrasi dilakukan oleh 'Mr Stick' ke 'Mrs V' kondom bisa saja, dalam bentuk apa saja, karena tetap 'Mr Stick' yang 'masuk' ke 'Mrs V'. Sementara untuk foreplay aksesoris seks seperti bulu- bulu, dildo maupun vibrator bisa digunakan.

Keadaan sudah sangat mengantuk atau tidak memungkinkan apakah tetap harus melakukan afterplay?
Wah, jangan sampai! Kurang ajar itu laki-lakinya. Wanita suka sebel kalau laki-lakinya langsung terlelap tidur. Afterplay itu tidak harus lama. Cukup dengan pelukan, ciuman, dan tidurnya bareng. Nggak langsung laki-lakinya berbalik badan dan tidur.

Seberapa penting afterplay untuk pasangan?
Penting sekali ya untuk mencurahkan isi hati terutama mengetahui kedalaman cinta pasangan. Selain kebutuhan biologis, kita juga butuh kebutuhan psikologis dengan pasangan. Dalam artian disini bahwa pasangan benar-benar mencintai apa adanya, dan sebaliknya. Bukan melulu seks yang diinginkan.


FOREPLAY = LOVEPLAY
Pertama kali kita bahas dulu yang namanya foreplay. Istilah foreplay lebih dikenal dengan pemanasan atau kegiatan yang dilakukan sebagai persiapan menuju tahap selanjutnya yakni interplay. Foreplay juga disebut sebagai babak pertama sebelum memasuki babak selanjutnya.
"Istilah foreplay menurut saya kurang tepat, baiknya loveplay, kenapa? Karena jika foreplay cenderung ke pemanasan saja. Jadi benar-benar tindakan yang mengarah pada ke hubungan seks.

Padahal sebelumnya kita bisa mempersiapkan dari ruangannya dulu, cahaya yang redup, sprei yang bersih dan wangi, dilanjutkan dengan puji-pujian terhadap pasangan," ungkap dokter wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Kemudian wanita berkacamata minus ini menambahkan bahwa foreplay berupa ciuman, sentuhan maupun belaian, yang intinya membangkitkan rangsangan masing-masing pihak. Supaya terjadi ereksi pada pria dan lubrikasi (pembasahan atau keluarnya kelenjar) pada wanita. Sehingga hubungan seks berlangsung menggairahkan bagi keduanya.

Apa saja foreplay atau loveplay itu? Menurut dr. Silvia bisa saja dengan oral seks, atau sang lelaki menyentuh lembut 'Mrs V' (vagina - Red.)sehingga mempercepat proses lubrikasi pada wanita. Hal ini butuh 'keahlian' tersendiri untuk mengeksplorasi bagian 'Mrs V'.

Yang terpenting dari sentuhan ini adalah, pasangan wanita betul-betul menikmati, dan tidak merasa tersiksa atau kesakitan. Dengan demikian lubrikasi berjalan cepat. Dengan lubrikasi yang cukup pasangan wanita tidak akan merasakan kesakitan saat penetrasi, sebab justru pada saat itu 'Mrs V' menunggu kedatangan 'Mr Stick'.

Jangan sekali-sekali melakukan foreplay dengan tergesa-gesa. Pelan-pelan namun pasti. Sentuhlah zona erotik pasangan wanita dengan menggelitik, maka akan tercipta hubungan yang menggetarkan.

Hal lain yang memaksimalkan foreplay ini adalah, pasangan akan memperoleh variasi baru yang terjadi secara spontan. Jika seorang lelaki tidak suka melakukan foreplay, sama saja ia merendahkan pasangannya sebagai orang yang dicintai dan mencintai.


INTERPLAY = MANO-A-MANO
Setelah foreplay dirasa cukup dan 'Mrs V' mengalami lubrikasi, sementara 'Mr. Stick' sudah hidup, langkah selanjutnya atau langkah yang paling dinanti-nanti adalah interplay, yaitu penetrasi 'Mr Stick' ke area 'Mrs V'. "Pengertian interplay adalah hubungan seksual sesungguhnya, dalam artian, yang masuk 'Mr. Stick' -bukan benda lain yang masuk ke 'Mrs V'," tegas dr. Silvia.

Bagi lelaki yang mudah atau cepat orgasme, saat interplay ada baiknya mampu mengendalikan diri sehingga bisa orgasme bersamaan dengan pasangan. Aturlah ritme dengan teratur. Mulai dari gerakan lambat, cepat, lambat, cepat, berulang kali hingga pasangan wanita mencapai orgasme.

"Interplay adalah intercourse. Jadi pada saat ini 'Mr Stick' melakukan penetrasi terhadap 'Mrs V' yang perlu diperhatikan disini adalah memulai dengan penuh kelembutan. Karena bagi wanita, meski lubrikasinya sudah maksimal, menerima 'sesuatu dari luar' tetap harus pelan-pelan, namun pasti.
Boleh juga memainkan kepala 'Mr Stick' di bagian luar 'Mrs V' terlebih dulu, lalu perlahan masuk. Penetrasi baiknya bergerak lurus terlebih dulu, tidak ke kiri kanan. Selanjutnya baru ke segala arah, untuk mencari eksplorasi zona G-Spot," jelas dr. Silvia.

Di saat intercourse ini yakinkan pasangan wanita benar-benar mengalami orgasme. Ada baiknya lelaki mengetahui dengan jelas tanda-tanda wanita mengalami orgasme. "Sebab kadang ada wanita yang malu atau tak terbuka ia sudah orgasme apa belum. Karena itu jika lelaki mengetahui pasangannya sudah orgasme atau belum, maka dengan mudah orgasme lelaki dilakukan menyusul beberapa saat kemudian.

Tanda-tanda wanita yang mengalami orgasme, tandanya payudara mengencang, berikut dengan puting yang mengeras. Biasanya 'Mrs V' warnanya berubah menjadi kemerah-merahan. Kalau tidak, saat penetrasi berlangsung lelaki merasakan denyut atau gerakan otot-otot 'Mrs V' yang menjepit 'Mr Stick'.

Bisa juga dengan tangannya mencengkeram mendadak, menggigit kecil atau di bagian dalam 'Mr V' terasa ada cairan hangat. Desahan halus tak beraturan dari bibir wanita juga salah satu tanda bahwa ia mengalami orgasme. Karena saat itu wanita sangat menikmatinya. Masa yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata sehingga mengeluarkan desahan. Kalau lelaki merasakan salah satunya, berarti wanita telah mengalami orgasme.

Lalu bagaimana penyelesaian interplay yang baik?
"Yang baik jika dua-duanya orgasme bersamaan. Namun ada baiknya wanitanya yang dulu mengalami orgasme, lalu diikuti oleh laki-lakinya. Karena jika laki-laki sudah ejakulasi, namun wanitanya belum orgasme, bisa dipastikan pasangan wanitanya tak akan bisa orgasme. Karena laki-laki telah masuk tahap resolusi atau recovery. Jadi baiknya wanita dulu yang orgasme baru laki-lakinya," tukasnya (ladies first ya dok! :jodie:).

Jadi memang diutamakan wanita dulu yang mengalami orgasme. Tapi bagaimana kalau pasangan lelaki mampu menahan ejakulasi dengan cara sekali sekali break ketika dirasakan mau ejakulasi? "Boleh saja, tapi menahannya jangan kelamaan. Kalau terlalu lama akibatnya bisa terkena penyakit prostat, apalagi jika usia sudah 35 tahun keatas.(!!) Tahan ejakulasi dengan memainkan irama saja. Dengan demikian skor bisa 1 : 1, sama-sama puas," tutur dr. Silvia.

Mengenai posisi saat interplay agar orgasme bisa dicapai bersamaan, dr. Silvia mengatakan, "Ada lelaki yang menyukai doggy style agar orgasme bersamaan. Tapi kebanyakan wanitanya merasakan kesakitan, karena itu sebaiknya dihindari. Menurut saya wanita lebih cepat orgasme dalam posisi 4/4 (ini posisi macem apa dok? :jodie:). Bahkan dalam posisi ini wanita akan mengalami orgasme berkali-kali atau multiple orgasm!", tambahnya meyakinkan.


AFTERPLAY = TRULY MADLY DEEPLY = LOVEPLAY SESSION II
Kini saatnya cooling down atau afterplay. Setelah mencapai orgasme, energi yang dikeluarkan tentunya terkuras banyak. Ada yang bilang mengalami orgasme sama halnya mengeluarkan tenaga bermain tenis dalam tiga set. Jadi energi yang keluar begitu terkuras. Capek banget, pastilah !

Namun meski sama-sama capai, bukan berarti saat afterplay pasangan sama sekali tidak melakukan apa-apa lagi, apalagi langsung tidur. Jangan, terutama bagi pihak pria. Itu salah besar! Justru disaat tahap afterplay ini, adalah saat yang tepat untuk pasangan saling mencurahkan isi hati tentang perasaan yang dialami saat itu maupun kepuasan yang telah dicapai bersama.

"Afterplay adalah kegiatan setelah orgasme. Ungkapan puji-pujian, sentuhan lembut, belaian, ciuman lagi, dan pelukan yang menghantarkan mimpi indah atau kalau mau ML lagi bisa saja, tapi harus memulai foreplay lagi," saran dr. Silvia.

Afterplay sebenarnya sangat mudah dan tidak ada tenaga yang terkuras disini. Cukup dengan mencium kening, pipi, maupun bibir pasangan, mengelus lembut tangan, punggung maupun dada pasangan. Karena itu -terutama bagi lelaki- jangan tidak melakukan belaian-belaian itu, semalas apapun.

Lanjutkan dengan berangkulan, membawa serta pasangan dalam dekapan hangat sembari membisikkan kata-kata seperti 'I love You', 'You're awesome', 'I wanna do it all night, 'Will you marry me', 'Dont get pregnant yet (:jodie:)', 'This is it, you're the one, lastly' dan lain-lain, yang semacam itulah.

Selanjutnya pasangan bisa saling membersihkan diri dengan mengelap keringat masing - masing bergantian. Lalu membersihkan serta merapikan sprei yang telah kusut setelah bercinta. Bisa juga dilanjutkan dengan mandi bareng di bathtub (ato jacuzzi ya dok? :jodie:) yang berisikan air hangat.

Secara bergantian menyabuni pasangan dan membilas dengan air yang hangat, dan bergantian mengeringkan tubuh pasangannya dengan handuk. Setelah ajang membersihkan diri ini selesai, Anda berdua bisa tidur dengan lelap dalam dekapan nan hangat. Bisa dibayangkan, betapa pentingnya momen ini, dan akan menjadi momen tak terlupakan untuk menjaga hubungan harmonis dan langgeng ke depan. Amien.

gimana?
keren gak tuh dokter?

Labels: ,

21.4.09

sedikit cerita ttg makanan, bukan bom!


Karena makanan adalah hak semua orang bukan hak istimewa segelintir orang saja!
Karena ada cukup makanan untuk semua orang dimana-mana!
Karena kekurangan bahan makanan pokok adalah bohong!
Karena disaat kita lapar atau kedinginan kita punya hak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara meminta, mengamen, atau menempati bangunan-bangunan kosong!
Karena kapitalisme menjadikan makanan sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai sumber nutrisi!
Karena makanan tumbuh pada tanaman!
Karena kita butuh lingkungan bukan kendali!
Karena kita butuh rumah bukan penjara!
Karena kita butuh makanan bukan bom!

Food Not Bombs

Di berbagai penjuru dunia saat ini telah terbangun puluhan kelompok-kelompok yang aktivitasnya adalah membagi-bagikan makanan vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan. Kelompok-kelompok ini selain mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan mereka, secara lebih jauhnya bertujuan untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang non-kekerasan. Dan walaupun memang banyak kelompok-kelompok yang melakukan aktivitas tersebut dalam berbagai nama, namun ada satu organisasi akar-rumput yang sangat konsisten melakukan aktivitas tersebut dan organisasi ini telah berkembang secara internasional, Food Not Bombs (FNB).


SEJARAH
Bermula dari San Francisco, FNB dengan aktifitasnya begitu cepat menyebar, dari Amerika Utara, Eropa, bahkan hingga ke negara-negara Asia seperti Malaysia dan Indonesia (seperti yang terjadi belakangan ini di beberapa kota). Kebanyakan dari kita benar-benar percaya bahwa FNB dan strukturnya beserta seluruh tujuannya sangat berkaitan erat dengan orientasi anarkis. Masalah ideologis ini sendiri pada akhirnya menjadi elemen formal dari politik FNB dan sebuah statement akan visi yang diadopsi secara terbuka oleh seluruh grup dan menempatkan aksi-aksi harian ke dalam konteks politik yang lebih radikal. Statement visi ini meliputi segalanya, dari dedikasi grup terhadap perjuangan anti-seksis, hingga pembangunan kebun komunitas dan pembuatan kompos sebagai sebuah aksi yang langsung menuju sebuah tatanan masyarakat yang seimbang dengan lingkungannya.

Diharapkan tulisan ini akan membuka diskusi tentang masa depan politis dari FNB dan gerakan-gerakan sejenis sebagai sebuah gerakan transnasional yang bekerja keras melawan dominasi global dari korporasi dan kemiskinan dunia. Tulisan ini juga diharapkan dapat membantu yang lainnya dalam gerakan sosial untuk mengerti aksi-aksi seperti diatas dan sisi politisnya. Adalah politik radikal yang telah membuat kita, mengisi aktifitas kita dengan sesuatu yang berarti, yang memberi energi dan vitalitas kepada usaha-usaha harian. Disaat kita melihat bagaimana aktifitas harian berkaitan dengan gerakan yang lebih besar demi keadilan sosial dan ekonomi, hal tersebut membantu memberikan inspirasi dan motivasi yang kita butuhkan untuk terus mengumpulkan dan membagi-bagikan makanan atau juga bergumul dengan kompos atau sekedar bangun tidur lebih awal, membuat kopi dan sepotong roti yang kita miliki untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang melakukan pemogokan. Perubahan sosial yang radikal dibangun dari hari ke hari dengan menyadari bahwa diri kita adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri, akan dapat membantu kita untuk melewati hari-hari dengan aktifitas yang lebih berguna.


PEMBAHASAN
Adalah sesuatu yang penting bagi sebuah grup dan gerakan untuk mempunyai pengertian yang luas tentang dimana posisi kita dan apa visi terbaiknya tentang sebuah dunia idaman. Membagi-bagikan makanan dengan gratis memiliki beberapa definisi prinsipil yang sangat jelas dan konteks politis yang lebih luas serta memberi tempat bagi prinsip-prinsip tersebut sebuah makna dan arti yang lebih dalam.

Anarkis membayangkan dunia bebas dimana tindakan diambil atas keputusan bersama, dunia yang tanpa kekerasan. Konsep-konsep itu sendiri cenderung ambigu dan sangat terbuka untuk diinterpretasikan dengan lebih luas. Saat kita menyadari bahwa dengan menempatkan prinsip-prinsip kita secara fleksibel dan inklusif, sangatlah baik, tetapi disaat yang sama sangatlah penting juga untuk menjaga agar ide-ide kita tidak termoderasi dan terkooptasi. FNB sendiri memiliki tiga prinsip, yang selain dua prinsip diatas (keputusan bersama dan dunia tanpa kekerasan) mereka menambahkan satu point lagi, yaitu vegetarianisme. Dan dengan bersikap seperti diatas tadi, mereka meletakkan prinsip-prinsip mereka ke dalam aksi, dan hal itulah yang memberi ide-ide mereka sebuah arti dan nilai yang mendalam. FNB mengkombinasikan ide-ide tersebut dengan prinsip desentralisasi, penguatan kolektif dan individual, feminisme dan strategi pengorganisiran anti hirarkis. Dengan ini kita juga harus mulai meniadakan konsep-konsep yang mendefinisikan aktifitas pembagian makanan gratis sebagai tindakan 'amal'. Pola pikir 'amal' telah gagal menemukan inti penyebab kelaparan dan kemiskinan, serta cenderung membantu mendanai sebuah krisis tanpa pernah berusaha menyerang struktur institusional yang menghasilkan ketidakadilan tersebut. Kita seharusnya lebih memfokuskan pada penentangan terhadap struktur kekuasaan yang patriarkis, didominasi kulit putih plus 'budaya barat'nya dan berbagai bentuk dominasi lainnya -baik dalam masyarakat kita, dalam organisasi kita dan dalam kesadaran kita sendiri. Ide-ide dan keyakinan seperti itulah yang harus diekspresikan dalam berbagai pertemuan, dituliskan dalam literatur-literatur dan disuntikkan ke dalam cara kita mengorganisir kelompok kita sendiri, serta dalam membangun solidaritas dengan grup, organisasi ataupun perjuangan lain. Ini semua adalah tentang diri kita, tentang pandangan politis kita yang memiliki visi akan sebuah dunia yang lebih baik, sebuah dunia yang berusaha kita bangun saat ini. Dan inilah alasan mengapa pembahasan masalah seperti ini menjadi sangat penting.


dunia dalam sukacita

UNTUK ANARKISME
Fokus pertama soal anarkisme biasanya berkutat disekitar kesalahpahaman atas pengertian anarkisme yang diartikan tidak lebih dari chaos dan perusakan. Prof. Howard Zinn, seorang pendukung FNB mendeskripsikan anarkisme dalam bukunya yang berjudul "Declaration Of Independent" sebagai berikut: "Anarkis, seperti yang saya amati dan pelajari, tidaklah percaya pada anarki seperti yang biasa dideskripsikan oleh banyak orang dan media -kekacauan, disorganisasi, chaos, kebingungan dan setiap orang bertindak semaunya. Sebagai kontrasnya, mereka percaya bahwa tatanan masyarakat dapat dan seharusnya terorganisir dalam berbagai bentuknya dimana orang-orang akan bekerja sama saat bermain dan bekerja, untuk membangun sebuah tatanan masyarakat yang lebih baik. Tapi anarkis juga menekankan bahwa setiap organisasi harus menghindari hirarki dan perintah dari atas; harus demokratis, keputusan bersama, meraih keputusan tersebut melalui diskusi yang konstan dan berbagi argumen."

Dia juga menambahkan, "Apa yang membuat saya tertarik dengan anarkisme adalah juga bahwa penolakannya bersifat total terhadap segala bentuk otoritas-otoritas negara, gereja dan dalam dunia kerja. Anarkis percaya bahwa jika kita bisa membangun sebuah tatanan masyarakat egaliter tanpa kemiskinan dan kemakmuran yang jauh terpisah, kita tak akan membutuhkan polisi, penjara, tentara, ataupun perang, karena penyebab utama semua masalah tersebut sudah lenyap."

Howard Zinn menulis beberapa pendahuluan dalam beberapa buku FNB dan secara konsisten terus menentang serangan polisi dan tindakan brutal dari pemerintah kota terhadap para anggota FNB di San Francisco. Dalam beberapa artikel di koran-koran tentang kebrutalan pemerintah kota terhadap FNB, Zinn selalu tercantum di harian tersebut. Statement yang dia bacakan antara lain berkata, "FNB memprotes sebuah sistem yang gagal untuk memberi orang-orang kebutuhan dasarnya."

Anarkisme adalah sebuah gerakan demi sebuah dunia dimana kekerasan rasis, seksis, homofobik, kapitalisme dan sejenisnya dilenyapkan dari kehidupan kita sehari-hari. Anarkisme adalah sebuah keyakinan akan terbentuknya sebuah dunia dimana perang dan kemiskinan tak akan ada lagi. Anarkisme adalah filosofi dan gerakan yang bertujuan membangun sebuah struktur ko-operasi, egaliter dan struktur sosial yang mempromosikan mutual-aid, kontrol demokrasi radikal atas keputusan politik dan ekonomi, serta berwawasan lingkungan. Jadi bagaimana hal-hal seperti diatas dapat diterapkan secara langsung melalui aksi-aksi FNB?


aksi FNB Bandung

ANARKISME DAN KONSENSUS
Konsensus adalah sebuah bentuk pengambilan keputusan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip anarkis. Konsensus adalah sebuah bentuk pengambilan keputusan yang dalam prosesnya bertujuan untuk membagi kekuatan diantara orang-orang agar semua dapat berpartisipasi dalam memperkuat dan mengimplementasikan keputusan kolektif. Konsensus juga bertujuan untuk membangun sebuah organisasi non-hirarkis yang mengkounter rasisme, seksisme, homofobia dan berbagai bentuk penindasan serta dominasi yang hanya menguntungkan sebagian orang saja dan memposisikan orang lain tanpa memiliki kekuatan dan suara. Karena kita bertujuan membangun sebuah organisasi - dan juga komunitas dan tatanan masyarakat - yang saling berbagi kekuatan dan memapankan kesetaraan, kita harus terus melawan hirarki. Anarkisme dan konsensus berjalan beriringan seperti layaknya sop hangat dan roti yang baru.


ANARKISME DAN VEGETARIANISME
Organisasi-organisasi yang membagi-bagikan makanan gratis seperti FNB hanya menyediakan makanan vegetarian sebagai aksi politis melawan industri daging beserta variannya, serta mempromosikan pendekatan lingkungan, distribusi makanan serta sumber bahan pangan ke seluruh dunia dengan merata, mempromosikan hidup lebih sehat, serta mendukung pembebasan hewan.

Komitmen kelompok-kelompok seperti FNB terhadap isu-isu seperti itu telah membangun koalisi yang kuat dengan organisasi lingkungan seperti Earth First! dan berbagai macam lainnya dan juga dengan organisasi-organisasi pembebasan hewan seperti ALF (Animal Liberation Front). Anarkisme menentang eksploitasi dan dominasi dunia yang merupakan karakteristik dari ekspansi kapitalisme. Anarkisme bertujuan tidak hanya merubah hubungan antar sesama manusia, tetapi juga hubungan antara manusia dengan bumi dan lingkungannya.


ANARKISME DAN SIKAP ANTI KEKERASAN
Banyak orang mulai memperdebatkan apakah anarkisme dan sikap tanpa kekerasan saling berkaitan. Sebagian anarkis berpendapat bahwa anarkisme dan sikap tanpa kekerasan tidak dapat dipisahkan. Untuk membahas masalah diatas mari kita lihat kembali pada sejarah tentang terjadinya negara. Christopher Day dari Love and Rage Revolutionary Anarchist Federation menulis, "Negara - yang kita artikan dengan keberadaan polisi, tentara, penjara, pengadilan, berbagai birokrasi pemerintah baik legislatif dan eksekutif - adalah alat pengontrol dan penekan dari yang berkuasa. Negara mempertahankan kekerasan yang legal dan terorganisir." Lebih lanjut Day menyatakan, "Negara telah selalu menjadi instrumen perang. Adalah sesuatu yang tak mungkin untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat tanpa peperangan dalam sebuah tatanan masyarakat yang masih didominasi oleh negara."

Dalam buku FNB yang berjudul 'Feeding The Hungry and Building Community' dijelaskan, "Nama FNB menyatakan prinsip kami yang paling fundamental; tatanan masyarakat harus mempromosikan kehidupan bukan kematian. Tatanan masyarakat sudah mentolerir bahkan mempromosikan kekerasan dan dominasi. Kekuatan penguasa adalah hasil dari ancaman dan penggunaan kekerasan."

Negara dan bentuk representasi dari kapitalisme, dominasi dan patriarki, mengkonsentrasikan kekuatan kepada beberapa orang saja yang secara sistematis mengesampingkan kekuatan mayoritas umat manusia. Kekerasan yang eksis dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil dari pengingkaran kekuatan atas hidup seseorang. Kekerasan terjadi dengan banyak cara, setiap hari, sebagai hasil dari ketidakaadilan sistem. Baik itu hadir melalui sistem sewa, makanan dengan pestisida dan label harga yang menyembunyikan penindasan terhadap para buruhnya, sistem pajak, bekerja pada seseorang yang sudah kaya, malnutrisi, sweeping polisi terhadap gelandangan, pemaksaan sterilisasi pada perempuan di negara Dunia Ketiga, pengasingan sosial terhadap orang miskin dan masih banyak problem lainnya.

Jadi apa hubungan antara anarkisme dan sikap tanpa kekerasan? Kita harus menelaah kembali sejarah yang panjang dari gerakan dan perlawanan anarkis yang pernah eksis dan kita akan menemukan fakta bahwa anarkisme dan perjuangan demi sebuah dunia yang tanpa kekerasan mempunyai sejarah yang panjang.

Dalam penelitian yang ditulis tahun 1932 dengan judul 'Native (Born) American Anarchism' yang mendiskusikan tentang pengaruh Henry David Thoreau yang dikembangkan melalui pembangkangan sipil, Eunice Schuster menyebut Thoreau sebagai "bukan hanya anarkis dalam pemikirannya, tapi juga dalam aksinya". Aksi pembangkangan sipil yang dilakukan Thoreau selama perang Amerika melawan Meksiko telah mempengaruhi banyak teori-teori dan praktek tanpa kekerasan.

Leo Tolstoy juga mengambil inspirasi dari Thoreau dan mengembangkan ide-idenya sendiri dalam sikap yang tanpa kekerasan. Robert L. Holmes dalam bukunya yang berjudul 'Non-Violence In Theory and Practice' menuliskan, "Tolstoy menggabungkan pemahaman agama Kristen kepada apa yang dia lihat sebagai kesimpulan logis: pengingkaran ini bukan hanya berasal dari perang yang merupakan kekerasan terorganisir, tetapi juga dari pemerintah yang merupakan kekerasan institusional, dan hal inilah yang menimbulkan perang." Dalam kata pengantar dari buku berjudul 'Government Is Violence: Essays on Anarchism and Pacifism' karangan Leo Tolstoy tertulis, "Tolstoy menyarankan cara pencapaian anarki dengan sesuatu yang sekarang dikenal sebagai pembangkangan sipil dan aksi langsung tanpa kekerasan... Tolstoy mengadvokasikan perlawanan moral yang tanpa kompromi terhadap penguasa."

Gandhi menulis tentang Tolstoy dalam autobiografinya, "40 tahun yang lalu, ketika saya melewati masa krisis skeptis dan keraguan yang hebat, saya membaca buku Tolstoy yang berjudul 'The Kingdom Of God Is Within You' dan sangat terkesan. Saat itu saya masih percaya dengan kekerasan. Buku itu menyembuhkan sikap skeptis saya dan membuat saya menjadi seorang yang yakin akan ahimsa (tanpa kekerasan)... dia adalah tokoh anti kekerasan yang hebat yang lahir di abad ini."

Ide-ide anarkis juga terinspirasi oleh ide-ide Gandhi tentang bentuk tatanan masyarakat yang diidam-idamkan. Dalam buku berjudul 'Gandhi Today', Mark Shepard menjelaskan: "India dapat menjadi kuat dan sehat hanya dengan merevitalisasi desa-desa dimana empat dari lima orang tinggal, seperti yang dituntut oleh Gandhi. Dia memimpikan sebuah tatanan masyarakat yang terdiri dari desa-desa yang kuat, dimana setiap desa memiliki otonomi politik dan ekonomi sendiri. Dalam kenyataannya Gandhi adalah tokoh terbesar dari desentralisasi di abad ini - menempatkan kekuatan politik dan ekonomi pada level lokal."

Setelah Gandhi dibunuh, orang yang dikenal sebagai pewaris spiritual Gandhi, Vinoba Bhave memimpin beberapa kampanye besar untuk mengklaim kembali tanah bagi kaum miskin. Tahun 1951 Bhave dan banyak buruh dari Sarva Seva Sangh, memulai gerakan Bhoodon (Hadiah Tanah). Banyak yang menganggap bahwa Bhave adalah orang suci dalam tradisi Hindu, dan saat dia memulai perjalanan keliling negara untuk menuntut beberapa akre tanah dari para tuan tanah, dia menerima hadiah berupa tanah yang kemudian diberikan pada kaum miskin. Satu sepertiga juta akre yang diklaim oleh kaum miskin (lebih dari sekedar manajemen program Land-Reform yang diusulkan oleh pemerintah India). Bhave juga terlibat dalam proyek-proyek dan kampanye lainnya yang mempunyai prinsip revolusi tanpa kekerasan. Bhave adalah seorang anarkis.

Amerika mempunyai sejarah panjang tentang anarkisme tanpa kekerasan. Salah satu kelompok pertama yang tertulis dalam sejarah adalah New England Non-Resistance Society. Mereka menegaskan bahwa pemerintah, hukuman mati, perang dan ketidakadilan sangat bertentangan dengan ajaran Kristen. Kelompok tersebut, termasuk didalamnya William Llyod Garrison, terlibat dalam gerakan abolisionis yang berjuang untuk mengakhiri perbudakan di Amerika.

Saat Amerika memasuki Perang Dunia I, anarkis berada di garis depan gerakan anti perang. Tahun 1016, Emma Goldman, Alexander Berkman dan yang lainnya mengorganisir 'No Conscription League'. Dengan kelompok tersebut mereka mengorganisir demostrasi, protes dan march. Mereka mempublikasikan sebuah manifesto yang didalamnya tertulis: "No Conscription League dibentuk dengan tujuan mendorong para anti wajib militer untuk menolak berpartisipasi dalam membunuh sesama mereka." Berkman dan Goldman ditangkap karena dianggap melanggar hukum. Tahun 1918 pemerintah mengeluarkan undang-undang bernama 'Espionage Act' yang membuat literatur anti-perang menjadi ilegal, dan undang-undang ini digunakan untuk melawan sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang anarkis termasuk Mollie Steimer. Kelompok tersebut mendistribusikan koran dengan cara menyelipkan koran-koran tersebut ke kotak pos di setiap rumah pada malam hari, dan menulis beberapa leaflet yang isinya menentang UU tersebut. Salah satu dari terdakwa, Jacob Schwartez, tidak pernah diajukan ke pengadilan. Dia disiksa polisi selama interogasi dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Sisa dari kelompok tersebut dianggap bersalah dan dideportasi ke Russia pada tahun 1921 atas aktivitas anti-perang mereka.

Selain mereka, masih ada yang menentang perang, antara lain Dorothy Day. Dia bersama dengan Peter Maurin, mempelopori gerakan buruh Katolik. Nancy Robert dalam anthologinya 'American Radical' menulis tentang gerakan tersebut, "Mereka mempunyai rencana yang berdasarkan tiga point yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen untuk melakukan aksi-aksi sosial yang radikal. Maurin memimpikan sebuah komunitarian, gerakan anarkis yang menawarkan diskusi, forum-forum dan ceramah, rumah sakit di setiap kota yang memberi makan dan tempat tinggal bagi kaum miskin dan gelandangan, dan peternakan komunal yang akan menghancurkan tatanan masyarakat industri dan membentuk unit-unti organik dimana semua orang hidup dan belajar dalam sebuah komunitas."


aksi FNB Kanada

Pada akhirnya, sekitar 200 rumah yang dijadikan rumah sakit dibuka di banyak negara khususnya di Amerika Serikat. Ide yang mendasari berdirinya rumah-rumah tersebut diterangkan oleh Walter Brueggman sebagai berikut, "perasaan kasihan mengangkat sebuah bentuk kritik yang radikal dimana mereka yang miskin dan kelaparan harus diperhatikan dengan serius, kondisi dimana mereka seharusnya tidak dianggap normal dan alami, tetapi dianggap sebagai kondisi yang tidak manusiawi yang tidak dapat diterima." Rumah-rumah tersebut dalam struktur masyarakat yang berorientasi profit bukan hanya merupakan sebuah bentuk perlawanan tetapi juga merupakan sebuah alternatif. Pada 1 Mei 1933, gerakan buruh Katolik tersebut menerbitkan koran yang dijual dengan sangat murah. Koran tersebut menjelaskan kaitan antara perdamaian dan keadilan sosial, serta meliput banyak aksi-aksi pembangkangan sipil yang dilakukan oleh gerakan buruh Katolik dan berbagai kelompok buruh radikal lainnya melawan militerisme. Dalam bukunya yang berjudul 'The Spirit of The Sixtiest: The Making of Post-War Radicalism', James Farrell menulis, "Pasifisme, personalisme dan anarkisme dari gerakan buruh Katolik menempati halaman pertama koran mereka. Dan koran tersebut mempromosikan sebuah revolusi dengan ide-idenya." Farrel menulis bahwa dalam beberapa tahun, sirkulasi koran tersebut mencapai oplah 100.000 eksemplar dan tahun 1938 oplah mereka mencapai 190.000 eksemplar. Selama Perang Dunia II gerakan buruh Katolik tersebut dilarang karena sikap pasifis mereka dan beberapa aktifisnya dipukuli di jalanan saat mendistribusikan korannya.

Selama lebih dari 50 tahun, Dorothy Day berkomitmen penuh terhadap perdamaian, keadilan sosial dan revolusi tanpa kekerasan. Pada tahun 1983, uskup Katolik Amerika melihat adanya indikasi pergeseran sejarah dalam pelajaran tentang perang dan perdamaian saat tertulis bahwa pasifisme tidak dapat diterima baik secara moral ataupun politik bagi umat Katolik. Dulu Day bersama dengan Martin Luther King Jr. dikenal sebagai 'saksi tanpa kekerasan' yang memiliki 'pengaruh kuat dalam kehidupan gereja di Amerika Serikat'.

Dorothy Day yang selalu dijuluki 'Head Anarch' oleh editor koran gerakan buruh Katolik, dijuluki juga sebagai 'First Lady of American Catholism' dan beberapa malah memberi petisi kepada Vatikan agar mendeklarasikan dia sebagai seorang Santa. Anarkisme menurut Day adalah, "Ditingkatkannya tanggung jawab seseorang kepada orang lain, dari individu kepada komunitas, dan disaat yang sama mengurangi ketergantungan terhadap sentralisme negara."

Salah satu dari gerakan yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Amerika Serikat adalah gerakan Civil Rights. Satu dari grup-grup kunci gerakan tersebut adalah Student Non-Violent Coordinating Committee (SNCC). Kelompok tersebut lahir dari gerakan 'aksi duduk' yang pernah sempat populer di daerah selatan pada tahun 1060 dalam aksi protes menentang sistem Apartheid dari 'Jim Crow Laws'. Saat SNCC tidak pernah secara formal mendeklarasikan diri mereka sebagai sebuah grup anarkis, struktur organisasi mereka bermodelkan anti-otoritarian, desentralisasikan dan demokrasi serta mereka menggunakan aksi langsung dalam perjuangan mereka bagi masyarakat egaliter. SNCC memainkan sebuah peran penting dalam aksi "Freedom Rides", sebuah kampanye 1964 "Freedom Summer", yang merupakan sebuah formasi dari partai politik 'Mississippi Freedom Democratic Party' yang menentang rasisme dalam tubuh partai demokratik. Mereka telah meninggalkan sebuah ide dari aktivisme dan pengorganisiran radikal yang penting bagi siapapun yang berjuang demi perubahan sosial saat ini. Pola gerak mereka seperti pembangunan komunitas merupakan taktik aksi langsung tanpa kekerasan yang banyak digunakan oleh kelompok-kelompok seperti FNB.

Ella Baker adalah salah seorang yang menolong membentuk SNCC. Dia adalah seorang organisator selama bertahun-tahun dalam partai komunis NAACP dan membantu membangun 'Southern Christian Leadership Conference' dimana Martin Luther King Jr. terpilih sebagai presidennya. Baker yakin akan dibutuhkannya aksi-aksi langsung dan demokrasi partisipatoris dalam membentuk sebuah perubahan sosial. Dia juga yakin bahwa sebuah grup yang sukses harus menerapkan pola kepemimpinan yang datang dari grup itu sendiri, bukannya kepemimpinan yang datang dari seorang pemimpin: orang yang kuat tidak membutuhkan pemimpin yang kuat. Dalam bukunya yang berjudul: "Women In The Civil Rights Movement": Trailblazers dan Torchbearers, Carol Mueller menampilkan sebuah bab tentang Ella Baker dan pengembangan demokrasi partisipatoris. Mueller mengidentifikasikan ide-ide Baker tentang demokrasi partisipatoris sebagai berikut:
1. Seruan bagi orang-orang yang bergerak di level akar rumput dalam masyarakat dimana mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri.
2. Meminimalisir hirarki dan profesionalisme yang selalu menjadi dasar bagi masalah kepemimpinan.
3. Sebuah seruan akan perlunya aksi langsung sebagai sebuah jawaban atas ketakutan dan alienasi yang eksis dalam masyarakat.

logo FNB yg ditemukan di tembok dekat Candi Borobudur, Jogja

Eksperimentasi dari demokrasi partisipatoris dalam SNCC dipengaruhi oleh gerakan sosial yang sangat luas. Mueller juga menulis: "Demokrasi partisipatoris dan pengambilan keputusan secara konsensus dilakukan dari proyek pendaftaran pemilih bagi SNCC di Mississippi dan Georgia hingga proyek SDS (Student for a Democratic Society) yang berkembang di daerah kumuh kota-kota daerah utara pada pertengahan tahun 60-an, hingga kelompok kepedulian pembebasan perempuan di akhir tahun 1960 dan awal 1970-an, hingga group-group afinity yang tergabung dalam gerakan anti-nuklir di akhir 1970-an dan awal 1980-an".

Anarkisme dan sebuah dunia tanpa kekerasan bukan hanya saling berkaitan tapi juga tidak dapat dipisahkan. Saat bagian ini didiskusikan dengan melihat berbagai contoh dari sejarah yang harus di klaim kembali dan di ingat bahwa contoh-contoh tersebut telah menawarkan kita inspirasi dalam perjuangan demi sebuah tatanan dunia baru saat ini. Tidak seharusnya kita mengesampingkan berbagai gerakan yang diwarnai dengan kekerasan dalam sejarah anarkisme, tapi selama ini taktik pasifis tertutupi oleh contoh-contoh aksi revolusioner yang penuh kekerasan. Lebih jauhnya lagi aksi-aksi dengan kekerasan harus dilihat dan diletakkan dalam konteks situasi dan waktu sehingga kita dapat mengerti kaitan gerakan tersebut dengan perlawanan terhadap institusi sistem yang penuh kekerasan. Kita tidak akan pernah menemukan perdamaian selama kekuatan tiap orang dipisahkan dari hidup mereka.

Tetapi anarkisme sangat tidak populer dan selalu di salah artikan. Ya. Hal tersebut memang tidak populer dan selalu di salah artikan, tetapi dengan tetap diam dan tidak mau menyatakan keyakinan akan politik yang kita miliki tidak akan menghasilkan apa-apa selain hanya memperkuat struktur sistem saat ini. Saat orang-orang menentang perbudakan, saat orang-orang menuntut persamaan bagi perempuan dan kulit berwarna, saat orang-orang mengorganisir diri mereka menentang perang, saat orang-orang berjuang untuk upah dan kondisi kerja yang lebih baik, saat orang-orang mulai berdiri mempertahankan hak-hak mereka yang ditindas, diserang, dipenjarakan, dan bahkan dibunuh, saat itulah kekuatan itu kembali pada diri kita.

Dalam bukunya yang berjudul Anarchism and Black Revolution, Lorenzo Ervin menulis: "Sebagai sebuah bentuk praktek, anarkis-komunis percaya bahwa kita harus membangun tatanan masyarakat baru saat ini juga di samping terus berusaha untuk menghancurkan kapitalisme. Kita harus terus berusaha menciptakan organisasi-organisasi saling bantu anti-otoritarian untuk makanan, pakaian, perumahan, pengumpulan dana bagi proyek komunitas, dan sebagainya diantara lingkungan bertetangga kita tanpa perlu berafiliasi dengan pemerintah atau korporasi bisnis, dan tidak menjalankannya dengan tujuan meraih laba, melainkan demi kebutuhan sosial. Beberapa organisasi telah terbangun saat ini dan memberikan kepada anggota-anggotanya pengalaman praktek manajemen diri yang akan mengurangi ketergantungan orang-orang pada sistem. Pendeknya kita dapat mulai membangun infrastruktur bagi masyarakat komunal, sehingga orang-orang dapat melihat apa yang mereka perjuangkan dan untuk apa, bukan hanya sekedar ide di kepala seseorang. Dan itulah jalan menuju kebebasan".

Kita dapat membuat ide-ide ko-operasi, saling menolong, solidaritas, egalitarianisme dan tatanan masyarakat tanpa kekerasan menjadi popular, tapi hanya melalui aksi yang kita lakukan dan politik yang kita terapkan yaitu politik dalam kehidupan sehari-hari. Politik yang dekat dengan realita dalam kehidupan yang dijalani oleh masyarakat, karena semakin jauh politik kita dengan yang kita hadapi sehari-hari maka semakin tidak dapat dimengerti dan tidak berhubungannya politik tersebut dengan hidup kita.

Salah satu cara menerapkan politik radikal dalam tatanan masyarakat di mana masih terdapat banyak sekali kemiskinan dan kelaparan, adalah dengan menyediakan makanan gratis.

Labels: , , ,

dari che untuk castro demi cinta

Sungguh, saya tertarik menulis pandangan saya pribadi terhadap castro setelah membaca artikel yg diposting pada blognya kekasih saya. Menarik, karena basis politik kami berseberangan sekalipun hati kami bersebelahan. Tentu saja bisa karena katalisnya adalah agama dan cinta!

Memang banyak sekali pro-kontra bila kita berbincang mengenai bung yg satu ini, fidel alejandro castro ruz (August 13, 1926) dan semua hal yg berhubungan dg castro bermula di rumah maria antonia saat ia berbincang dg ernesto guevara --seorang dokter muda yg revolusioner--. keinginan utk membebaskan kuba dari kediktatoran rezim batista yg cenderung fasis dan pro modal asing adalah sebuah citacita sekaligus mimpi yg harus dipenuhi demi kuba itu sendiri. Apa yg ditawarkan batista utk kuba? Sebuah sistem fasis kapitalistik yg menyebabkan pelbagai masalah bagi kuba itu sendiri dan penduduk kuba. Masalah tanah, industrialisasi, perumahan, pengangguran, pendidikan dan kesehatan masyarakat dimana semua masalah itu teratasi dan mengalami peningkatan yg signifikan saat castro memimpin kuba! Lihat dokumentasi Fahrenheit 9/11 dimana warga Amerika [dg "a" besar mengingat mereka bangga dg halhal yg besar!] yg terhormat mengemis bantuan kesehatan dan lari ke kuba paska tragedi 9/11! Ada apa dg jaminan kesehatan di AMERIKA? kenapa harus lari ke kuba? Negara yg diblokade dan dikutuki sepanjang tahun. Negara dimana hedonisme adalah sikap kontra-revolusi, dimana konsumerisme tanpa batas adalah dosa dan revolusi sejatinya adalah perwujudan dari kedaulatan itu sendiri!

Demi Tuhan, saya pribadi tidak bisa berkata banyak mengingat saya mengetik artikel ini dibalik meja komputer yg bersih ditemani secangkir kopi yg nikmat dan sebungkus rokok mahal, duduk dikursi yg empuk didalam ruangan sejuk berpendingin udara yg melenakan siapa saja. Sungguh malu saya karena bahkan castro dan ernesto tidak mengecap --bahkan melepaskan-- segala kemewahan dan kenyamanan hidup demi satu kata: kuba! sedang saya, mengeja indonesia pun masih terbatabata.

Pemblokiran media dan bioskop adalah sah mengingat dominasi dan invansi asing dapat saja menyusup dan membentuk kesadaran palsu yg perlahan menggerogoti mental nasionalisme akibat dari trinitas "agama" baru yg jamak ditemui ditiap negara kontrarevolusioner --penguasa, media, pemodal--, dimana campurtangan asing takkan pernah terasa sebelum mendekat dipangkal nyawa. Paradoksal, castro dicap sebagai seorang diktator komunis namun disisi lain, dialah yg membebaskan kuba dari diktator sejati --campurtangan pihak asing melalui perdagangan-- dan yg memperkenalkan demokrasi pada kuba dimana sekarang partai ada dimanamana, mengusung visi revolusioner dan semangat nasionalisme.

Kekuasaan bagi castro bukanlah ekstase yg dikecap tanpa pengorbanan namun perwujudan dari semangat juang dan penghargaan bagi rakyat kuba yg terlantar dan tertimpa garis horizon minimum. Pembatasan investasi di kuba mutlak diperlukan demi keberlangsungan nasionalisme murni tanpa embelembel propaganda asing melalui "cuciotak" via media massa dan reklame investasi. Maka kuba menepuk dada, revolusi membawa berkah dibidang kesehatan dan pendidikan dimana semuanya gratis, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat bukan sekedar janjikosong layak penjual kecap!

Dan itu dibuktikan dg penolakannya terhadap pencalonan atas posisi sebagai presiden lagi! Sejarah benar dan membebaskan castro dari label diktatoratnya. Menurut saya, demi Tuhan, dalam pengertian apa castro adalah seorang diktator? Jika menggunakan teori pembagian kekuasaan atas tiga cabang kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif, maka benar bahwa castro berkuasa secara diktator. Tapi, kuba memang tidak --dan tidak akan pernah-- mengadopsi demokrasi liberal, apalagi jika itu bermakna the way of american politics! Jenjang pemilu di kuba sangat tinggi dan mereka yg terpilih dalam pemilu tidak selalu calon dari partai komunis kuba! catat hal itu.

Di sisi mana kritik diberlakukan secara terbatas di kuba? Dari segi penerbitan buku, kuba sangat produktif dan variatif, hampir semua buku ilmiah yg terbit di Barat yg sangat kapitalis itu, bisa ditemui di kuba! Bandingkan dg negara kita, dimana jumlah partisipan penerbitan buku di indonesia baru seujung kuku dan hampir selalu membahas isuisu populer yg membosankan dan seragam. Perlu diingat bahwa sekalipun gedunggedung sekolah dan rumahsakit yg lapuk adalah hasil "kebijakan" embargo ekonomi Amerika dlm pelbagai bidang. Namun bagi fasilitas kesehatan dan pendidikan negara yg tengah diembargo saat itu, sangatlah modern. Lebih dari itu, gedung rumahsakit yg megah bukanlah standar bagi kelayakan pelayanan medis dan pendidikan. Indonesia adalah contoh terbaik, gedung sekolah dan rumahsakit megah tersebar di Jawa namun pelayanannya sama saja dg hospitality puskesmas di Papua! Lebih bagus di Papua malahan.

Jenjang pendapatan yg rendah memang karena gaji pekerja dan pegawai di kuba lebih rendah dibanding Amerika dimana orang memburu uang setinggitingginya --bahkan ada peribahasa, biar uang yg bekerja utk kita!-- karena takut akan resiko yg mengancam masadepan hidupnya. Takut jika ia sakit tidak mampu membiayai pengobatannya, tidak mampu menyekolahkan karena pendidikan menjadi sesuatu yg "tersier", tidak mampu menghadirkan kemewahan sebagai simbol "jati diri" modernitas. Namun kuba memiliki pendidikan dan kesehatan gratis dimana simbol jatidiri modernitas adalah adalah empati, kejujuran dan solidaritas, jadi utk apa menumpuk harta? Toh, demi Tuhan sayang, itu tidak akan kita bawa ke surga dan tidak akan membawa kita ke surga.

Perubahan kekuasaan Batista-castro memang tidak terjadi dg damai. Karena dimanapun juga, jika terjadi suatu peralihan kekuasaan dg damai maka polapola "kebijakan" rezim lama akan diwariskan oleh rezim baru. Liat saja, peralihan kekuasaan Clinton-Bush; agressor dan penjunjung neoliberal, peralihan kekuasaan tony blair-gordon brown; agen neoimperialis dan pasar bebas, juga liat peralihan kekuasaan Gus Dur-Megawati-SBY, beda substansialnya apa?! Peralihan kekuasaan yg membawa perubahan selalu, akan selalu dan harus selalu terjadi secara radikal. Dimana terjadi segregasi makna atas kekuasaan itu sendiri karena pemaknaan kekuasaan adalah atas yg menguasai dan yg dikuasai.

Namun castro bukanlah penguasa, dia hanya seorang pemimpin yg tidak korup dan tidak hidup kaya raya, dia bahkan bukan seorang pengusaha (ingat, penguasa dan pengusaha tidak dapat dipisahkan, harfiah maupun kontekstual), pemimpin yg tidak bisa dipisahkan dari rakyatnya seperti halnya pada revolusi. Dimana revolusi merupakan bentuk pengabdian absolut kepada rakyatnya dan kerakyatan sosio-nasionalis revolusioner adalah "ideologi" yg menjadi katalis diantaranya. Saya jadi inget perbincangan antara castro dan Sartre saat bertandang ke kuba setahun setelah revolusi. Perbincangan yg dibukukan dlm Sartre on Cuba (1961) merekam dialog menarik antara castro dan filsuf eksistensialisme itu:
Sartre: apa kamu mau (akan) memenuhi semua permintaan rakyat?

castro: tentu dong, karena permintaan merefleksikan kebutuhan.

Sartre: gimana kalo mereka meminta bulan?

(castro merenung seraya mengisap cerutunya dalamdalam)

castro: kalo itu yg mereka minta, berarti rakyat emang benerbener ngebutuhin bulan.(!!)

Maka benar perkataan seorang pengagum castro atas kemiskinan,
"satusatunya cara utk memberantas kemiskinan adalah memberikan kekuasaan dan mewujudkan kedaulatan penuh kepada orang miskin! Pengetahuan, tanah, kredit, teknologi, dan organisasi. Itulah satu-satunya cara mengakhiri kemiskinan!"
Sayangnya, globalisasi neoliberal lupa tidak mencantumkan hal itu dlm visi mereka.

Labels: , , ,

15.4.09

truly madly deeply

its been a month,,
siapa yg nyangka kalo saya bakal jatuhhati ma tasya, padahal waktu itu saya juga sama sekali nggak memiliki tendensi buat ngedektin tasya, kenapa?? padahal dia sangat luarbiasa, penuh percaya diri, multitasking, cerdas, prinsipil dan bersahaja,, yaah, soalnya waktu itu dia masi pacaran sama cowo saiko yg hedonis dan gaul abis! *yes, a truly dickhead!*

dan sejak itu, entah kenapa, saya sering kepergok lagi onlen fesbuk sama dia, kami jadi sering ngobrol via fesbuk, entah itu dia ato saya yg nyapa duluan,, yg jelas saya menikmati, walopun saya belum ada tendensi buat ke arah "situ", ngerti kaan maksutnya apa?? karena sungguh mati sumpah demi molotov-mistar-dan-batu-terbang-pelajar saya sadarsesadarsadarnya kalo dia tuh in a relationship with that fellatio-dick,, well, okay, saya ngga maksut buat ngatangatain mantannya tasya yg terakhir sih if only he's not a scumbag! but he is, so i think he deserves it,, oksai bonsai, sampai mana kita tadi emm??

oh, sampe saya sering nemenin tasya ngobrol seraya menyantap sarapan pagi sarat gizi waktu dia lagi libur kuliah dan saat itu saya baru sekedar tertarik ajah soalnya anaknya enak diajak ngobrol, entahlah mungkin karena dia juga suka baca bukubuku literasi dan kebetulan ada beberapa band top twentynya dia yg juga masuk dalam list must-to-be-played-nya saya, jadi obrolanobrolan ringan tuh ngalir dg enak, lezat, sedap dan gurih,, maknyusslah pokonya mah,,

kadangkadang saking seringnya berinteraksi di fesbuk, temen saya -valen, yg lagi kuliah di jerman dan gak pulangpulang- sampe ngomentarin bahwa janganjangan ada "smthg" diantara kami, well i admit, it isnt -yet-,, haha! yaa gitu soalnya, waktu itu saya masi ngeliat dia tuh a wild supersmart party girl yg idupnya uda lengkap,, apalagi coba yg kurang waktu itu teh, keluarga oke dan masi lengkap pula, trus pacar ada, tementemen ada, obet ada, supir ada, kuliah lancar juga, masadepan cerah pula,, pokonya mah, kriteria buat jadi istri idaman teh lengkaplah!

sampe suatu ketika disore hari yg indah di biak tibatiba saya dapet sms dari nomer yg asing yg dibawahnya ada nama, -tasya-,,(!!) hoo, terkejut bukan kepalang sungguh,, soalnya tibatiba dia ngesms saya soresore dan saya pikir kalo soresore dibiak tuh kan pasti sekitar siangsiang dijakarta sana,, saya takutnya dia ngesms saya waktu lagi bareng ma pacarnya yg "itu" tea gening,, karena saya uda nggak mau lagi tikungmenikung cewe orang lagi makanya saya anggurin ajah itu sms teh sampe menjelang maghrib akhirnya saya luluh juga dan saya "kepaksa" ngebales smsnya tasya,,

dari situ akhirnya kita mulai kontekkontekan ovlen! euhahahah,,
malemnya, saya minta ijin lewat sms buat nelpon dia, saya takut aja kalo tibatiba saya nelpon dia, kan waktu itu dia masih punya pacar, dan dia bilang gakpapa telpon aja,, yaudah, malemnya saya telpon dia dan begitu pula malemmalem selanjutnya,, abisnya saya ketagihan sih ngobrol ma tasya mah seru! bisa nyambung kemana ajah, bahkan pernah waktu itu teh ngobrolngobrol ampe pagi! awesome! anehnya, kita kayak nggak pernah keabisan topik obrolan,,

kita bisa ngomongin ttg apa aja, mulai dari ngebahas ismeisme didunia sampe masalah hati! bahkan berdebat ttg warna terong yg seharusnya bukan ungu pun pernah,, luar biasa, pertamanya saya cuman her special breakfast companion ampe akhirnya jadi special bedtime stories teller!
sampe suatu ketika, kakaknya riyanto riyansyah meninggal, saat itu saya benerbener down, berbagai perasaan yg sendu berkecamuk dlm hati saya dan seolaholah akan membuncah keluar tapi saya nggak tau harus cerita sama siapa,, saya nggak mungkin nelepon dan cerita ma sobatsobat saya di bandung karena mereka pasti masih sibuk ngurusin permasalahan almarhumah dan kemungkinan besar mereka juga ngerasain apa yg saya rasain, karena saya ma mereka kan juga deket ma si teteh,, ugh, apalagi saya, saya yg paling sering maen kerumahnya riyanto dan berinteraksi ma teteh,,

mulai dari sekedar becanda, ngobrol yg serius ampe cerita permasalahan hati juga uda ma si teteh mah,, saya sangat sedih, saya inget banyak kejadian yg konyol dan drama keluarga yg kocak antara riyansyah, teteh dan ibu mereka,, sungguh keluarga yg bahagia itu kehilangan seorang anak wanita pertama dan satusatunya yg berharga dan mereka sayangi,, saya benerbener sedih,, dan saya juga nggak tau harus cerita sama siapa,,

saat itu saya benerbener ngebutuhin sosok utk bersandar, orang yg mau ndengerin masalah saya dan mau ngertiin perasaan saya saat itu,, siapa aja boleh, saya nggak peduli! dan saat itu, hera ngesms saya dan dia langsung nelpon saat waktu saya lagi ngetik sms balesannya,, kit ngobrol, tapi kayaknya kita cuma ngobrol perbincangan klise saat ada seseorang yg meninggal, bukan ini yg saya butuhin,, dan setelah banyak sms balesan dari sms duka yg saya kirim sama mereka -tementemen saya dan riyanto- yg kemungkinan kenal ma si teteh, saya dapet balesan dari tasya yg penuh dg pertanyaanpertanyaan yg nggak banal,, ini aneh karena kita baru kenal beberapa minggu lalu dan baru deket beberapa hari, tapi ada yg meruak dari hati,,

perlahan saya ngeyakinin hati saya buat nelpon dia dan bersikap saya gakpapa tapi akhirnya saya nggak tahan dan tibatiba keluarlah juga airmata,, mungkin karena saya uda terlalu lelah menahan sedih, mungkin karena saya letih menahan sendu, mungkin karena dia orangnya,, dan saya nggak tau yg mana yg bener, mungkin tigatiganya bener, karena saat saya cerita ma tasya, saya ngerasa tenang, saya benerbener bisa ngerasain kehadirannya disebelah saya walopun sebenernya kita kepisah jauh ribuan kilometer! ini aneh, dia bisa nangkep apa yg saya maksud dan saya ngerasa ngedapetin apa yg saya butuhin saat itu, teman bercerita,,

dan beberapa hari setelah proses pemakaman almarhumah, lewat obrolan malam saya ma tasya ditelepon waktu itu saya baru tau, kalo ternyata dia uda putus ma pacarnya, dia diputusin,, hati saya girang, akal saya bimbang,, saya tau saya pernah hampir benerbener ngecengin dia dan saya mutusin buat berteman secara sehat karena dia uda punya pacar,, tapi saya nggak nyangka mereka bakal putus secepet ini, sungguh saya nggak melakukan aksi tikung menikung! it happened naturally, dan sekarang saya kebingungan ngumpulin kepingkeping perasaan saya yg saya simpen dalemdalem buat dia, kebingungan seandainya dia tau bahwa saya punya perasaan khusus buat dia, kebingungan seandainya dia masi sayang ma mantannya, kebingungan karena saya sungguhsungguh sayang ma dia!

saya nggak tau harus ngapain waktu itu, saya cuma bisa bersikap layaknya seorang teman bercerita saat sahabatnya dirundung duka akibat hati yg terluka,, kita nggak berhenti bercerita, kita nggak berhenti bercanda, kita belum memulai cerita kita,, seraya saya nunggu saat yg tepat buat ngasi tau dia ttg perasaan saya, kita terus saja bicara sampe akhirnya kita kelelahan setelah malam demi malam kita nggak ngebahas masalah hati,, saya nggak tau pasti perasaannya ke mantannya gimana, saya juga nggak tau pasti apa dia punya perasaan yg sama kayak sama, yg saya tau, saya tau dan uda nemuin apa yg saya rasain waktu itu, saya tau pasti apa yg saya rasain sebelum saya simpen perasaan saya dalemdalem,,

saya tau saya sayang dia,,
mungkin klise kedengerannya, kenalan via internet trus jadian, tapi sungguh demi Rasulullah waktu saya pertama kenal dia, saya nggak bertendensi buat macarin dia! walopun akhirnya muncul tendensi akibat interaksi pagipagi tapi nggak jadi karena dia uda punya pacar tapi sekarang keadaan jadi gini secara tibatiba! saya bingung! walopun saya seneng tapi saya bingung,, nggak etis aja rasanya kalo tibatiba langsung ngecengin dia begitu saya tau dia putus, karena sebelumsebelumnya kita cuma temen bercerita biasa saja, kesannya kayak pagar makan tanaman aja gitu,,

dan setelah banyak berdiskusi ma riyansyah juga valen yg notabene kenal duluan ma tasya, saya ngeberaniin diri buat nerima perasaan saya kembali, ribet sih emang kedengerannya, tapi sungguh ini sederhana saja,, saya berhasil ngilangin keraguan saya dan saya yakin bahwa saya siap buat jadi pasangannya tasya lahir-bathin! walopun saya nggak tau gimana dg tasya, apa dia ngerasain hal yg sama,,

ternyata, dlm satu perbincangan kita berdua disuatu malem, saya tau bahwa dia juga ngerasain apa yg saya rasain entah sejak kapan,, subhanallah sekali sahabat, saya bahagia! setelah mengalami berbagai kejadian yg mengejutkan, diantara tawa dan airmata ada hati utk berbagi,, malem itu sebelum tidur, saya berdoa utk dia, utk kita, utk saya dan lebih khusyuk dari biasanya,, malem itu sebelum tidur, saya menangis, keluar lagi airmata entah gimana caranya, yg jelas saya tersenyum, bahkan saat tertidur pun saya tau saya tersenyum bahagia,,
jatuhcinta emang biasa aja, bahagianya yg luarbiasa! semoga berlangsung selamanya, sampe nanti salahasatu dari kita mati,,

Labels: ,

20.3.09

curhat

saya tibatiba inget sama kelakar temen sayah jaman prajab tingkat dua di makassar bulan lalu,,
21 taun, single, tampan dan mapan, apalagi yg kurang??
keluarga? aih, saya masih belum mau berpikir ke arah situ, karier dulu aja,,
bekerja di bawah naungan salahsatu direktorat jenderal di departemen keuangan udah lebih dari cukup bikin orangtua saya bangga,,
deskripsi diatas skedar menggambarkan keadaan internal saya, secara lahiriah,,
tapi didalem sini, jaauuuuuuuuuuh banget didasar hati saya, sejujurnya saya benerbener pengin berenti kerja seperti ini,,
liat aja sekarang, dikantor gak ada kerjaan, malah ngenet seharian, padahal seluruh pembiayaan kantor ini dibayar negara, bukan pribadi!
duh, saya ternyata udah jadi koruptor juga ternyata,, pembiayaan pelaksanaan pemerintahan sepenuhnya ditanggung negara dari hasil pemungutan pajak, dan bukannya dimanpaatin dg bener, saya malah seenak jidat ngenet, ngeblog, browsingbrowsing gak jelas cuman sekedar windows shopping ngeliatin gitargitar keren,,

mungkin bener kata temen saya dulu, kalo udah masuk sistem, pasti luntur tuh "darahmuda"nya! pelanpelan, polapikir saya yg dulu jaman kuliah tuh boleh dibilang idealis, sekarang memudar, malah cenderung jadi egosentris,, bulan depan harus dapet stelan baru nih, trus beli efek, beli gitar lagih, trus ganti pelek motor dan blablabla laennyah yg walopun gak hedonis tp tetep aja sedikit egosentris,,

dan hal ini, bikin saya seolah ngejauhin diri saya sendiri, kehilangan bentuk atas kesadaran sebagai kaum muda, sebagai kaum terpelajar dan parahnya lagi, sebagai manusia!

bukannya kaum muda itu agent of change?
sejauh ini, saya cuma bisa ngerubah polapikir orangorang disekitar saya ajah, paradigma mereka ttg dunia, ttg kehidupan,,
tp apakah dunianya sudah berubah?

nihil,,,

dunia masih sama seperti dulu, gak usah jauhjauh deh, indonesia masih sama kayak dulu, bedanya cuman satu, mayoritas kaum muda yg sekarang cuman bisa nyenengin diri sendiri, cuman bisa ngejar dua hal dasar sebagai manusia:


  1. 1. bertahan hidup;

  2. 2. berkembang biak.



bahkan dlm memenuhi dua hal dasar tersebut, seringkali mereka harus nyakitin pihakpihak lain,,
miris memang,,
di kampus ajah, gak usah jauhjauh, ada banyak "ideologiideologi" yg berebut "tahta", kelompok mana yg paling elit, kelompok mana yg ampir pailit,,

damn,,

dulu jaman kelas dua sma, sayah masih ternganga waktu namatin "massa actie"nyah tan malaka, tapi ade kelas sayah yg sekarang duduk di kelas dua sma bahkan ngaku gak pernah denger nama ituh sebelumnyah! wew, mungkin kalo dia ditanya sama gurunyah siapakah ituh soekarno-hatta, dia bakal jawab pertanyaan ituh seperti inih,
"salahsatu ruasjalan di kota bandung bu!!"

dan mungkin cuma segelintir orang yg sadar bahwa apa kata karl marx mungkin benar dan mungkin juga sedang terjadi saat inih,, "kapitalisme sedang menggali lubang kuburnyah sendiri!" wall street ambruk!
dan mungkin ini sedikit saja dari sekian banyak celah kapitalisme yg bisa ditembus! this is the time! if those agent of changes really want to change what it needed to changes then perhaps this is the right times,, saatnyah mengorganisir jejaring yg kalian miliki utk menggerakkan massa rakyat kembali menanamkan perannya secara riil dalam kehidupan bernegara, sudah lama sekali demokrasi representatip cuman bisa ngebuat peran serta rakyat terasa nyata melalui pemilu, setelah itu habis sudah! kebijakan yg dibuat lebih banyak memihak kepentingan minoritas pemilik modal saja,, saat ini pemilik modal berteriak memohon pertolongan negara, tapi pertanyaannya, negara yg mana?

pemerintah atau rakyat?

pemerintah indonesia, jujur aja, udah terlalu lama meninabobokan kesadaran politik bangsa, dan ini berbahaya terutama bagi negara dg potensi strategis seperti indonesia ini, bahkan reformasi nyatanya nggak ngasi kemajuan sosial dan budaya, kebebasan yg dianut generasi muda kita lebih terasa seperti liberalisme prematur yg hanya terjadi di permukaan saja, kalopun ada yg bisa jauh menusuk kedalam, itupun artifisial, sisanyah mah hedon, cuih! bahkan budaya narsis semakin memperparah keadaan dan sekarang sedang menjurus menjadi isme, narsisme! padahal perilaku narsis tuh awal mula dari chauvinitas kelompok yg cenderung anarkis, agresip, brutal, merusak dan mau menang sendiri,, liat aja dijalanan, dimall, dan tempat hiburan lainnyah, disana pasti banyak bercokol anakanakmuda labil yg merasa paling benar, merasa paling tenar padahal seiring waktu berputar kejayaan semu itu bakal memudar, dan sayangnyah saat kesadaran itu tiba, mereka uda terlalu tua utk sebuah penyesalan!

sekarang sih, masi belum terlambat, jang, neng, acep, geulis, sadayana nu ngarasa ngora! soklah sing baleug! perjuangkan identitas kalian dg sesuatu yg nyata dan berguna! setidaknya melalui pemikiranpemikiran baru dan segar, silakan dimulai dari lingkungan sekitar ajah, gak usah jauhjauh, gak usah susahsusah,,

jangan cuman jago mejeng doang!

dan tentang 21 taun, single, tampan dan mapan, apalagi yg kurang??, ah sudahlah, itu hanya kelakar temen saya waktu prajab ajah,, kami, generasi muda dalam sebuah departemen yg uda cukup tua, kadangkadang ngerasa dikucilkan dan tersudut manakala ada kebijakankebijakan dari atasan kami yg ambigu dan koruptif, ah ini menyebalkan memang,, tapi mau gimana lagi? bukannya kami kehilangan idealisme sih ya, cuman mungkin kami sedikit berkompromi aja, harus bisa lebih ngerti antara mana yg benerbener substansial dan nyeleweng dari aturan yg uda disepakati dan mana yg cuman keliatannya aja menyimpang,,
mungkin bener kata soe hok gie, disini cuman ada dua pilihan buat dijalanin:


  1. 1. jadi idealis;

  2. 2. jadi apatis



maafin saya cinta kalo sampe matipun saya tetep pilih yg pertama!

Labels: , ,

18.3.09

krisis dan kontestasi ideologi

Diskusi ideologi kembali menemukan ruangnya sebagai upaya mencari cara pandang terbaik untuk benahi dunia dari kekacauan sistemik. Momentumnya adalah krisis finansial di Amerika Serikat yang merambat cepat bagai efek ledakan ke hampir seluruh negeri di Eropa, Amerika Latin dan Asia.

Sorak kemenangan pendukung kapitalisme yang masih sempat berdengung sejak berakhirnya perang dingin, sesaat menjadi senyap. Sebaliknya, dari kubu pendukung sosialisme, sayup-sayup terdengar beragam reaksi. Sebagian di antaranya, spontan sudah berseru, ”Kan, benar kata Karl Marx. Kapitalisme menggali liang kuburnya sendiri!”

Dalam situasi tersebut, wacana untuk mencari jalan lain turut hadir. Tetapi belum jelas benar, apakah jalan lain tersebut sama dengan Jalan Ketiga-nya Anthony Giddens, atau suatu versi baru yang lebih membumi atau lebih sesuai dengan konteks situasi negeri ini.

Pastinya, wacana ini diawali dengan premis, bahwa sosialisme hanyalah ”Khayalan tentang indahnya pemerataan”, dan senyatanya adalah ”Kemelaratan massal yang ditumpuk di bawah glamor yang dinikmati elite politik”. Sedangkan kapitalisme atau liberalisme telah kehilangan kehormatan, sejak ditelanjangi oleh (saya simpulkan) kesenjangan dan krisis. Jadi, yang dibutuhkan saat ini adalah kontestasi pemikiran genial yang tidak diikat fanatisme dua fundamentalis ideologi itu. Demikian diungkap ekonom Ahmad Erani Yustika dalam opini Harian Kompas (13/10).

Belum Selesai

Kenyataan sekarang, kedua ideologi tersebut sama-sama masih hidup dengan kesadaran manusia sebagai lapangan pertempurannya. Juga wilayah material bagi praktik kedua gagasan ini pun masih berjalan dinamis di berbagai negeri.

Ketelanjangan kapitalisme tidak sama dengan kematiannya, karena kuburan yang digali ternyata belum terisi sosok jasadnya. Ini fakta, bukan harapan. Sangat mungkin, dengan kekuatan hegemoninya, kapitalisme sanggup mengelak dari tudingan ideologis—bahwa krisis ini berakar pada produksi berlebih tanpa daya beli, sambil melempar kesalahan pada ”perilaku menyimpang individu” dan ”ketiadaan regulasi” sebagai biang kerok. Artinya, kapitalisme senantiasa berusaha menutupi auratnya dengan variasi gaya akumulasi yang katanya berbeda dari bentuk sebelumnya. Tidak pula tertutup kemungkinan, sebentar lagi akan ada pendukungnya balik mengklaim, bahwa kapitalisme telah berhasil keluar dari krisis.

Demikian sebaliknya, keburukan dan kegagalan sosialisme ala Eropa Timur memang belum hilang dari ingatan kolektif masyarakat dunia. Dampaknya, sikap phobi, skeptis, dan prasangka terhadap sosialisme Eropa Timur, telah tergeneralisir menjadi sikap terhadap gagasan sosialisme secara umum. Padahal, gagasan sosialisme tidak berwajah tunggal Eropa Timur, sehingga sebagai pisau analisa dan solusi strategis, gagasan ini belum pernah benar-benar dicampakkan.

Justru sekarang, kibaran bendera Sosialisme abad 21 yang diserukan Presiden Venezuela, Hugo Chavez, mulai mendapat sahutan dari negeri-negeri lain di Amerika Latin. Di sampingnya, sosialisme Kuba masih mengundang decak kagum banyak pakar pendidikan dan kesehatan dunia karena sejumlah prestasi yang ditorehnya; atau, gemerlap ”model Swedia”, yang seperti telah memasang pagar pembatas berupa program minimum sosialis dalam sistem ekonomi— yang prestasinya antara lain pernah mencatat pengangguran nol persen.

Karena itu, kontestasi antara dua ideologi tersebut untuk menemukan solusi terbaik dan diterima luas belum bisa dibilang selesai—apalagi lantas meminta keduanya keluar dari gelanggang. Momentum krisis sedang membukukan tambahan satu babak kemenangan bagi gagasan sosialisme dalam lebih dari dua abad sejarah kapitalisme. Kemenangan kongkret gagasan sosialisme kali ini adalah membesarnya tuntutan untuk memindahkan konsentrasi kapital dari tangan segelintir penguasa Wall Street ke tangan rakyat di seluruh dunia.

Wilayah Pencarian

Wacana menghadirkan jalan lain dapat dilihat sebagai upaya mencari kemerdekaan berpikir—sekaligus ketenangan batin, (meminjam analogi B. Herry Priyono) di antara riuh angin pendulum sejarah kapitalisme yang bergerak ke kiri dan ke kanan. Namun, saat ini dibutuhkan uraian konsep untuk menjawab masalah-masalah kongkrit dan strategis oleh setiap wacana yang muncul. Gagasan sosialisme dan kapitalisme mampu mengurai konsep, maka perang berselang perundingan antara kedua ideologi itu masih mengambil peran dominan.

Ideologi lahir dari dialog antara pikiran dan realitas yang tidak luput dari kerelatifan. Dengan demikian, fanatisme atas pemikiran fundamentalis—yang tidak kontekstual atau menjurus dogmatisme sudah keliru sebelum diungkapkan. Sekalipun demikian, tantangan untuk memunculkan pemikiran genial (apalagi yang bukan kiri dan bukan kanan), hendaknya tidak disertai prasangka dangkal terhadap gagasan yang ada.

Sebagaimana kita tahu, Soekarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka, Amir Syarifuddin, dan para founding parents lainnya, telah merambah wilayah ide sosialisme untuk menemukan bahan-bahan pembangunan bangsa Indonesia. Bukankah saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi persoalan global yang serupa dengan situasi ketika Bung Hatta menerjemahkan Manifesto Partai Komunis (karya Karl Marx & Frederich Engles) ke dalam bahasa Indonesia? Bukankah krisis dan ketertindasan sebagai bangsa terjajah di bawah kapitalisme kolonial telah merajut kesatuan ideologi pro bangsa (nasionalis) dan pro rakyat (sosialis) di lapangan politik?

Mestinya, dalam menghadapi krisis sekarang, kita pun bisa merajutnya. Bisa dimulai dengan konsolidasi komitmen untuk memberikan jawaban kongkrit pada persoalan kemiskinan rakyat, kemandirian nasional, serta kebinekatunggalikaan bangsa. Lantas, bila pemikiran sosialis ternyata perlu diangkat kembali sebagai referensi untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, pertanyaannya adalah; kenapa tidak?

Labels: , ,

16.3.09

authornya lagi jatuh cinta, huahahahahahah!!

yah, gimana mulainya nih,,
saya juga bingung mau nyeritain dari mana, tapi yg jelas saya benerbener jatuh cinta!
xD

udah ah, mo nelpon dulu,,

Labels:

9.12.08

semiotika rajatega

MC hari ini lebih banyak memakai topeng dari Zapatista
hampir sulit membedakan antara bacot patriot dan miskin logika
bicara tentang skill dan kompetisi, mengobral sompral
jatuh setelah berkoar, lari dengan ujung kontol terbakar
MC butuh federasi dan breakbeats berdasi
untuk sekantung wacana basi dan eksistensi
MC Tampon, mencoba buat mall menjadi Saigon
amunisi tanpa kanon, mucikari martir yang gagal mencari bondon
sarat kritik, kosong esensi seperti kotbah kyai Golkar
bongkar essay kacangan lulabi usang pasca makar
gelora manuver rima Kahar Muzakar
tak akan pernah dapat menyentuh beat pembebasan B-Boy Ali Asghar
hiphop chauvinis, kontol kalian bau amis, memang tak akan pernah habis
persis duet Hitler tanpa kumis dan Earth Crisis
krisis identitas, menyebut tongkrongannya ‘niggaz’
sebut dan diss nama kami, kubuat bacot kalian karam seperti Tampomas
berusaha setengah mati menjadi negasi
berlindung dibelakang pembenaran interpretasi, puuaaah! basa-basi
mengobarkan kebanggaan dengan microphone terseret
tak sabar menunggu saat monumental kalian berduet dengan Eurrico Guterrez

Ternyata rencana invasimu lebih meleset dari konsepsi
dan prediksi partai marxist akan kematian borjuasi
melemparkan invitasi MC pada setiap rima
dan Homicide masih mendominasi sensus kematian populasi akibat rajasinga
MC adalah negara yang membuat kontradiksi tak pernah benar
tanpa manifestasi yang sesubstansial gerilyawan maoist di Nepal
lirikal neoliberal, yang memaksa indeks lirikmu turun drastis
dan terlihat lebih dungu dari logika formal,
terlalu tipikal dan masih jauh dibawah horizon minimal
memiliki nasib yang sama dengan PSSI dalam kancah internasional
hadirkan konfrontasi maka MC lari mencari pengacara
dan mengakhiri argumen dengan histeria seperti Yudhistira tanpa hak cipta
jangan berharap unggul dengan skill bualan ala TV Media
yang membuat kau dan Iwa tersungkur dalam satu kriteria

representasi yang membuatmu nampak seperti fatamorgana
membuat setiap microphone battle berakhir dengan wajah yang sama
persetan dengan persatuan, hiphop hanya memiliki empat unsur
dua mikrofon, kau dan aku, tentukan siapa yang lebih dulu tersungkur

Memang memuakkan melayani diplomasi scene lawakan
tapi pasti kalian dapatkan jika ingin konflik atas nama kebanggaan
bidani bacot imortalitas hiphop murahan seperti liang dubur
embuat lagu lama konservatif keluar liang kubur
karena aku adalah seorang kapiten
neraka mematahkan pedang panjang para lokalis duplikat dan plagiat para Wu-Tang
arwah objek kritik lapuk layak sosialisme ilmiah
bertemu dengan keadilan lulabi akidah
paku dalam bingkai kaca keagungan moralitas, persetan kuantitas
kematian memang identitas yang tak perlu imortalitas
label adalah reduksi, komoditas residu industri
kultural hegemoni, membidani oponen dalam posisi
Prosa pramudya yang bukan Ananta Toer
Mengepal jemari, meski dengan batas teritori yang terkubur

memenej kalbu tanpa retorika Aa Gymnastiar
menembus urat nadi distribusi tanpa harus membuat izinku terdaftar
jika MC menabur bensin dan tak punya nyali menyalakan korek
membacot dibelakang punggung lebih parah dari CekNRicek

yeah! MC yang sama petantang petenteng
sekarang membawa ikon peace lebih banyak dari para anggota Slank!
kalian para martir hip hop, patriot tai kucing
yang membela lubang pantat logika dengan darah
siapkan microphone kalian dan siapkan untuk menutup lubang tai sejarah
dan bagi kalian yang menginterpretasikan lagu ini untuk kalian: lebok tah anjing!

L: sok anjinglah tong mantog wae!
ku aing tembalan hijihiji anjing!
sok duel jeung aing anjing, bisi eleh ku aing geus lieur!
tah cirian beunget aing anjing!

R: eeuh anjing, sia tong loba bacot!
komo tah anjing si ucok eta tah teh gelut weh jeung aing anjing goblog! (haha!)
eta teh susuk,, eeh eta tong dicekelan anjing anjing aing!
eta si ucok apalkeun weh beunget aing yeuh anjing ucoook!

Labels: , ,

boombox monger!

jika konsumen adalah raja maka industri adalah Kasparov
dan setiap vanguard lapangan, tak lebih Lenin dari Ulyanov
mencari poros, molotov yang tak lebih busuk dari kritik kapitalis George Soros
senyawa dari nyawa kreator, dan sendawa para insureksionis berkosmos

ruang diluar buruh dan boss, dan kertas Pemilu yang kau coblos
dimana komrad ku mengganti logos, dan kamus dengan batu Sisifus
memutus selang infus, negara dan institusi sampai mampus
pada lahan bertendensi kooptasi Sony dan empty-V, dan para radio penyedot phallus
fasis bertitah ‘harus’, mengayunkan pedang pada sayap setiap Ikarus
dengan hirarki dalam modus, operandi layak Kopassus
microphone bagi kami adalah pemisah kalam dengan pembebasan yang mengkhianati
milisi tanpa seragam koloni, hiphop philantrophy seperti Upski

resureksi boombox yang sama pada Madison Park, awal delapan puluhan
membawa ribuan playlist dari Chiapas, Kosovo dan Jalur Gaza
Seattle dan Praha, Checnya, Genoa, Yerusalem, Dili dan Tripoli
untuk api militansi aktivisme yang meredup pasca molotov terakhir, terlempar di Semanggi
obituari dari lini terdepan milisi, pada garis batas demarkasi
jelaga resistansi, lulabi penghitam langit tanpa teritori
logika tanpa kuasa perwakilan yang layak dikremasi
ketika senjata bermediasi, ketika ekonomi dan valas berubah sosok menjadi tirani

jelajahi setiap kemungkinan dengan kain kafan modernisasi
prosa beraliansi, dengan dekonstruksi surga-neraka rakitan, militansi tanpa puritan
Verbal Homicide, Rock-Steady Bakunin, MC Klandestin
pada peta sirkuit boombox para B-boy, kami adalah Fretilin dalam kacamata Bakin
Makhnovist yang melukis realisme sosialis diatas kanvas Dada
Post-Mortem Hip-Hop yang takkan pernah berkaca bersama Fukuyama
dialektika kami tanpa radio dan visualisasi anti-HBO
tanpa agenda politik partai, membuat Mussolini membantai D’Annunzio

juga korporasi multinasional yang menjadikanmu lubang senggama
kooptasi kultur tandingan yang berunding dalam gedung parlemen Partai Komunis Cina
yang mereproduksi Walter Benjamin, ke tangan setiap seniman Keynesian
yang mensponsori festival insureksi dengan molotov cap Proletarian
instruksi harian, dalam mekanisme kontrol pergulatan menuju amnesia
lupakan Colombus, karena Bush dan Nike telah menemukan Amerika
inkuisisi mikrofonik dalam kuasa estetika
yang merevolusikan pola konsumsi menjadi intelektualisme organik seperti Gramsci

ekonomi membuat kami mendefinisikan otonomi pada mesin foto kopi
rima anti-otoritarian memandikan bangkai Hiphop yang tak pernah kau otopsi
membaca peta kekuasaan, seperti KRS-ONE dan MC Shan
sambil meludahi modernitas seperti Foucault diatas neraka Panopticon
ketika Moralitas telah berubah menjadi candu seperti Marx dan Agama
maka MC mengambil mikrofon, dan melahirkan tragedi dari puncak Valhalla
karena Ardan dan kalian, hanya akan, melahirkan, kombinasi busuk seperti Iwan dan Djody
dikotomi antara Farakhan, Amrozy, dan Nazi

bongkar paksa setiap parodi labirin eforia sensasional Harry Roesli

B-boy semiotika artifak simultan antara ekstasi dan revolusi
setiap properti privat adalah galeri,
dan merubah eksistensi menjadi pertahanan,
paling ofensif para Darwinis yang menolak menjadi partisan

bongkar paksa setiap parodi labirin eforia sensasional Harry Roesli
B-boy semiotika artifak simultan antara ekstasi dan revolusi
setiap properti privat adalah galeri,
dan merubah eksistensi menjadi pertahanan,
paling ofensif para Darwinis yang menolak menjadi partisan

Matahari tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati!

Labels: , ,

-barisan nisan-

matahari terlalu pagi mengkhianati

pena terlalu cepat terbakar
kemungkinan terbesar
sekarang adalah memperbesar
kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan

sehingga setiap orang yang kami temui
tak temukan lagi
satu pun sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak mungkin”

tanpa darah mereka mengering
sebelum mata pena berkarat menolak kembali terisi
sebelum semua paru disesaki tragedi
dan pengulangan menemukan maknanya sendiri

dalam pasar dan semerbak deodorant
atau mungkin dalam limbah dan kotoran
atau mungkin dalam seragam sederetan nisan
atau mungkin dalam pembebasan
ala monitor 14 inci yang menawarkan hasrat pembangkangan ala Levi’s dan Nokia

atau dalam 666 halaman hikayat para biggot dan despot yang menari
ketika jelaga zarkot berangsur menjadi kepulan hitam berselubung Michael Jordan

di pojokan pabrik-pabrik ma’lun para produsen kerak neraka
berlapis statistik
pembenaran teatrikal super-mall
opera sabun panitia penyusun undang-undang pemilu yang mencoba membanyol
tentang kekonyolan demokrasi yang rapi berdasi
bertopeng mutilasi
pembebasan dengan sekarung argumen pasti
tentang
bagaimana menyamankan posisi pembiasaan diri
di hadapan seonggok tinja para sosok pembaharu dunia

bernama PASAR BEBAS dan perdagangan yang adil untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI dan dikebiri
matahari terlalu pagi mengkhianati


dan heroisme berganti nama menjadi C-4, Sukhoi dan fiksi berpagar konstitusi
menjenguk setiap pesakitan dengan upeti
bunga pusara dari makam pahlawan tetangga

bernama Arjuna dan Manusia Laba-laba
pahlawan dari Cobain hingga Visius
dari berhala hingga anonimous
bernama Burung Garuda Pancasila

yang menampakkan diri pada hari setiap situs menjadi sepejal bebatuan yang melayang
pada poros yang sejajar dengan tameng dan pelindung wajah para penjaga makam Firaun berkhakis
yang muncul 24 jam matahari dan gulita bertukar posisi setiap pojokan

bahkan di kakus umum dan selokan mencari target konsumen
dan homogenisasi kelayakan

maka setiap angka menjadi maka
dan maka
ketika kita disuguhi setiap statistik dan moncong senjata dengan ribuan unit SSK
untuk menjaga stabilitas bagi mereka yang akan dinetralisir karena menolak membuang buku Panton sebagai panduan kebenaran
sejak hitam dan putih hanya berlaku di hadapan mata setiap salafis
menolak terasuki setan dan tuhan yang mewujud dalam ocehan pencerahan kanon-kanon
tabungan Big Mac dan es krim corn yang berseru,
Beli! Beli! Beli!

Konsumsi,
konsumsi kami sehingga kalian dapat berpartisipasi

dalam usaha para anak negeri yang berjibaku untuk naik haji!
oh, betapa menariknya dunia yang sudah pasti
menjamin semua nyawa dan pluralitas dengan lembaran kontrak asuransi
dengan janji pahala bertubi
dengan janji akumulasi nilai lebih, bursa saham
dan dengan semantik-semantik kekuasaan yang hanya berarti dalam kala
ketika periode berkala para representatif di gedung parlemen memulai tawar-menawar jatah kursi
dan kekuatan hanya berlaku paska konsumsi cairan suplemen, tonik dan para biggot bertemu kawanan

dan cinta hanya akan berlabuh setelah melewati sederatan birokrasi ideologi
berwarna merah, hijau, hitam, kuning, biru, merah, putih dan biru
dan merah dan putih

Oh betapa indahnya dunia yang berkalang fajar poin-poin NAFTA
sehingga pion-pion negara yang berkubang di belakang pembenaran stabilisasi nasional
menemukan pembenaran evolusi mereka dengan berpetakan saluran-saluran pencerahan
para rockstars yang lelah berkeluh-kesah
kala peluh mengering kasat di hadapan pasang diri lalat dalam pasar
dan kilauan refleksi etalase dan display berhala berhala
berskala lebih taghut dari ampas neraka diantara robekan surat rekomendasi negara donor
perancang undang-undang dan pakta-pakta anti-teror
para arsitek bahasa penaklukan para pengagung kebebasan
kebebasan yang hanya berlaku di hadapan layar flatron
kemajemukan ponsel demokrasi kotak suara dan pluralisme gedung rubuh

Oh betapa agungnya dunia di hadapan barisan nisan yang dikebiri matahari
dan terlalu pagi mengkhianati

Maka jangan izinkan aku untuk mati terlalu dini
wahai rotasi CD dan seperangkat boombox ringkih
jangan izinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan
wahai bentangan seluloid dan narasi
dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku,
jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini
demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, Zahraku, mentariku!
Jangan sedetik pun izinkan aku berhenti menziarahi setiap makam tanpa pedang-pedang kalam terhunus
lelap tertidur tanpa
satu mata membuka tanpa
pagi berhenti mensponsori keinginan berbisa
tanpa
di lengan kanan-kiriku adalah
matahari dan rembulan

bintang dan sabit
palu dan arit
bumi dan langit
lautan dan parit
dan
sayap dan rakit


sehingga seluruh paruku sesak merakit setiap pasak-pasak kemungkinan terbesar

memperbesar setiap kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan
sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan
untuk berkata “Tidak mungkin!”
tanpa darah mereka mengering
sebelum mata pena berkarat dan menolak kembali terisi

Labels: , ,

meteor garden

ntar bulan desember taun ini, bumi bakalan disambangin ma hujanmeteor!

heiholetsgo! ko bisa begitu?

ginih, menurut temen sayah yg kerja di lapan, [lembaga penerbangan dan antariksa nasional] thomas djamaluddin -28taun,pria tulen udah merit, anak satu- sebenernyah udah dari awaltaun2008 inih tepatnyah tanggal 4januari2008, bumi udah dihujani ma meteormeteor-tak-tau-diri ituh,,
sayangnyah, kebanyakan dari kita lebih seneng buat ngabisin waktu kita ngerjain halhal gak guna semacem ngareunceum dan memperdaya gadisgadis remaja yg masih labil dan butuh afeksi,,

nah, buat yg mau buangbuang waktu nontonin hujanmeteor terakhir di taun inih, silakan ajak handaitaulan dan sanaksaudara buat nyaksiin pemandangan akbar taun inih, karena hujanmeteor di bulan desember inih tuh yg paling keren dibanding yg sebelumsebelumnyah,,

dibuka dg hujanmeteor puppid pada tanggal7desember nanti,, deklinasi tumbukan meteor puppid dg atmosfer bumi bersifat tersebar, scattered,, karena itu rentang waktu penampakan si puppid inih bakalan lama,,

lalu disusul dg hujanmeteor geminid, yg mana termasuk kedalam kategori hujanmeteor kelas satu,,, yep, hujan meteor geminid dari rasi bintang gemini inih bakalan keliatan jelas banget dari bumi bagian utara dan bakal nampak kayak rentetan bintangjatuh kalo diliat dari bumi daerah khatulistiwa, whis is indonesia termasuk didalamnyah!
wonderful ain't it?

sudut bertumbuknyah debu dan gas dari hujan meteor geminid inih terjadi di deklinasi 33derajat, jadinyah di indonesia bakal keliatan kayak rentetan bintangjatuh,,
bersyukurlah buat kamuhkamuh yg tinggal di indonesia sebelah atas [sayah sebut gituh, karena orangorang sok elit disinih cuman ngebagi indonesia jadi 3bagian; barat, tengah, timur,, dasar fasis apartheid!] karena disekitar sanah hujanmeteor geminid bakalan tetep keliatan walopun cuaca lagih berawan atopun ujan,,

nah, buat yg di pulaujawa dan daerah indonesia sebelah bawah laennyah, berdoa ajah supaya dikasi kesempatan ngeliat pemandangan langka inih,, buat yg dibandung, silakan dateng ke boscha, jangan ngaku orangbandunglah kalo belom pernah ke boscha!
tapi inget, kalo keboscha jangan lupa ttg aksebilitas ekologi sosial, minimal jangan nyampahlah,, soalnyah keberadaan bosscha sendiri mulai keancam dg adanyah isu pembangunan supermal dan pusat komputer yg gak sejalan dg kebijakan tataruang!
-ehm, bikin kebijakan kok gak dijalanin dg bijak sih pak,,-
belum lagi, generasi muda di bandung, contonyah anak smalah, banyak yg kebih mesyen dan nyetail ketimbang merhatiin lingkungan eksistensi mereka sendiri,,

yah, mogamoga dg datengnyah hujanmeteor geminid di bulan desember, hal ituh bisa dijadiin inspirator sbagai kaleidoskop buat kita semua utk bisa lebih ngehargain sejarah dan daya renung kedepan dlm kerangka perkembangan [ato kehancuran?] jaman, karna kita gak hidup hanya utk hari inih! inget kan, kecoa tempur tempur gak pernah mati?


hint: nontonin hujanmeteor geminid desember ntar bakalan kerasa lebih enak kalo sambil dengerin efekrumahkaca yg melankolia ma yg desember! eh, ma insomnia trus ma yg efekrumahkacanyah juga bagus ketang,, ung, semuanyah ajalah, jeniuss nyakmuss bagusslah mereka mah!

Labels: ,

milah ristan dammahum

haduuu,,
stres berat ni saya,, kepalakantor ngehe! kehed! menta dirajam! well, ginih, saya dapet penempatan kerja di biak setelah lulus dari stan,, direktorat jenderal kekayaan negara, kantor wilayah XVII jayapura,, nah kantor saya bukan di jayapura, karena saya ditempatin di kantor operasionil makanya saya ditaro di kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang biak! biak! biak! okeh, fine, sebenernyah sih gakpapa juga penempatan jauh kayak ginih, asal kondisi kantornyah okeh,, dimana keplakantor, kasie ma pelaksanapelaksananyah tuh guyub banget, yaah, minimal mah kayak yg diperlengkapanlah, di sekretariat djkn (beeuh, ntu mah mantips banget jod!) dimana terjadi kontakkontak relasi yg pedagogis walaupun secara sistemik hierarkis,, jadi ada proses pembelajaran dari atasan yg notabene lebih berpengalaman kepada juniorjuniornyah,, masalahnyah ni, kepalakantornya ajah tuh gak oke banget! gelarnyah berderet, haji pula,, tapi anehnya kelakuannya gak pantes banget buat diconto,, korup, apatis, mau enak sendiri, susah liat orang seneng dan seneng ngeliat orang susah,, manusialaknat inih biasa kita sebut b.o.s.s! [bikin orang susah senengnya!]

okeh, sayah sih niatnyah mo ngerinci daptar kedzaliman yg udah dibikin si boss inih, tapi entar ajah kapankapan,, sayah soalnyah lagih stresssss nih,,, serius banget! masalahnya ginih, siboss inih ngajuin espe a.k.a surat peringatan ke kanwil soal kelakuan pegawaipegawai kpknl biak asal pulau jawa yg "nakal" garagara "sekalinyah pulang" kerumahnya masingmasing buat nemuin keluarganya tuh lama! padahal mah si boss sendiri pulangnyah lebih sering, scara dia kpalakantor gituh jadinyah enak weh pulangpulang terus teh bisa pake duit negara a.k.a dibayarin pake sppd,, duh, rejeki orang mah bedabeda yah, tapi da rejekinyah pelaksanapelaksana disinih teh pada disunatin rejekinyah ma tu manusia satu,, bayangin ajah, timnyah kang gunardi teh kan waktu ituh teh dapet dines 11hari buat inventarisasi ke satuan kerja perangkat daerah (skpd) diwaropen eeh, sppd-nyah teh disunat geura 3hari,, eeuleuheleuuh,, geuleuh da! yang gituh teh ternyata udah sering, sayah sendiri juga ngalamin ko, pas dines ke serui, harusnyah 8hari tapi disunat sppd-nyah jadi cuman 5hari ajah,, biasa, uang sppd kita yg pada disunatin teh dikumpulin cenah buat "dana taktis",, tapi dana taktis taikucinglah, pulpen ma stapler ajah gak ada! pembolong kertas ajah gak ada! alattuliskantor teh kalo gak beli sendirisendiri mah gakkan ada,, makanyah, jangan harap di kantor kekayaan negara biak teh bakal ada pemotong ato penghancur kertas! jadi dana taktis teh jelas arah pemasukannyah teh, which is masuk kedalem anggarannyah si boss, catetannyah dipegang ma pa'markus lanteng -bendahara kita yg pernah diancem mo ditusuk pake badik!-, tapi duitnyah dipegang ma si boss, nah, arus masuknyah kan jelas, tapi arus keluarnyah inih yg gak jelas, masak aergalon didispenser, trus kopi, gula, susu, ma popmie teh kita musti beli sendirisendiri,,
dana taktis kok penerapannyah gak taktis!

ituh baru masalah sppd nih,,

nah, skarang masalah rumahdines beacukai,, nahlo, kok skarang beacukai sih jod? katanyah kamu teh kerja di djkn, bukan djbc? ehekhhm, ginih, waktu pertama kali penempatan disinih, sayah dateng lebih dulu daripada temen seangkatan sayah -hakim yg bukan hakam-, begitu sampe sinih, sayah disambut -bukan disambit- ma kpalakantor langsung, luarbiasa, sayah ngerasa terhormat, saat ituh sayah masi polos dan lugu, sayah menilai si boss inih orang yg ramah, dermawan, tidak sombong dan penyabar,, gimana engga, baru juga nyampe, tapi sayah uda boleh nempatin rumahdinas yg kosong milik dirjen beacukai! rruuarrrr biasa! mantips nih! tapi sayangnyah, rumahdines ituh teh ternyata berada dalam sengketa! dan sayah -juga hakim yg bukan hakam- ternyata diniatin jadi tumbal buat si boss,, jadi ginih, rumahdines ituh teh awalnyah diplot buat kang dedi ma lik har -maksutnyah pak har-, jadi pak har ma kang dedi teh diperbolehkan ma kpalakantor beacukai biak karena dinilai udah berjasa dlm halhal non-teknis utk kantor beacukai,, nah, manajemen konplik yg diterapin ma boss ternyata masang sayah -juga hakim yg tentu sajah bukan hakam- buat nempatin rumahdines beacukai ituh karena dimaksutkan utk mengadu domba sesama orangjawa! hal inih emang agak kerasa juga sih, karena awalnyah sayah -juga hakim yg bukan,, aarrgh,,- gak begitu deket ma tementemen yg dari jawa, tapi seiring waktu berjalan, akhirnyah sayah ma hakim jadi ngerti bahwa awalnyah rumahdines beacukai ituh emang diincer sama boss, boss merintah tementemen dari jawa -perintis kpknl biak- buat nanganin masalah "pengelolaan" rumahdines tersebut, mereka diminta buat ngambil dokumentasi ma datadata administrasi tiaptiap rumahdines yg bersangkutan dg alibi akan direnopasi, padahal boss berencana buat nguasain rumahrumah ituh dg nyampein data tersebut kepusat dan memohon rekomendasi utk pengalihan status rumahdines tersebut,, sayah jadi inget katakata boss waktu minta sayah ma hakim nempatin rumah ituh, "nah, kalian kan masi baru, tapi saya uda nyiapin tempat buat kalian kok,, tenang aja, kalian bisa nempatin rumahdinesnya bece yg di samofa,, kita kan penguasa barangbarang milik negara,,," padahal orangorang beacukai tuh uda tulus ngebolehin kang dedi ma pak har yg notabene uda ngebantu mereka dlm halhal non-teknis, eeh inih mah si boss malah punya rencana sendiri buat nikung status kepemilikan rumahdines tersebut,,

nah, ituh teh masalah rumahdines, ada yg tau kaitannyah dg keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia? tulis jawabannyah dikertas dan kumpulin di meja sayah sebelum bel istirahat yah?!

untungnyah sekarang udah ada kristi agung a.k.a joko -temen seangkatan waktu prajab-, pegawai baru bece yg diminta bece buat nempatin rumahdines tersebut karena akhirnyah orangorang bece bisa mencium gelagat gakjelasnyah boss dan mutusin buat naro orangnyah sendiri di rumahdines ituh buat jagajaga, siapa tau si boss ngamuk garagara agendanyah ketauan dan berniat ngebadik orangorang bece,, nah, karena disituh skarang uda ada joko, sayah ma hakim bisa nempatin rumah ituh dg tenang dan kami bertiga mulai ngebenahin rumah ituh supaya benerbener layak huni,, ups, diatas tadi kayaknyah sayah nyinggung tentang boss yg kalo ngamuk suka ngebadik orang yah?

duh, inih mah uda masalah kemanusiaan yg adil dan beradab uy,,

dan masalah badikmembadik inih teh uda nimpa pak markus ma pak har [kayaknyah pak har sering banget jadi korban ya? melas neemeen tho lek?] sayah gak tega mo nulis ttg pak har lagih disinih, udalah, kita anggap ajah pak har, kang dedi, sayah dan hakim-yg-bukan-hakam ituh teh korban masalah rumahdines,, masalah badikmembadik, kita bicara ttg pak markus, beliau uda cukup -bahkan kelewat banyak- berjasa pada masamasa awal pendirian KPKNL Biak inih,, gak keitunglah,, dari yg teknis ampe yg non-teknis, bahkan ampe make anggaran pribadinyah sendiri!
luarbiasa! manusia yg berjiwa tulus emang gak bisa diliat dari tampang dan keseharian sih, beliau orangnyah gokil, banyak becandanyah ketimbang serius, tampangnyah juga beuuuuhhh, bahkan kambingbetina ajah kelepekelepek bisabisa,, tapi namanyah juga manusia ya, pasti ada khilapnyah,, nah, suatu ketika, pak markus teh kelupaan "nyunat" sppd anakanak yg harusnyah kepalakantor nitip 3hari jadi 1hari,,
kontan begitu tau pak markus ngelakuin kesalahan fatal -menurut boss-, boss langsung manggil beliau utk menghadap,, duh, kasian juga ngeliat tampangnyah bendahara pengeluaran kami inih kalo lagih stress,, gak banget deh! ibarat onta arab yg kribo! ancur! nah, pas baru keluar dari ruangannyah boss, tampangnyah lebih ancur lagih, lebih mirip seseorang yg uda abis digodain gay! god!

keluar dari ruangan, wajahnyah pak markus pucetpasi, gak ada aura kehidupan yg muncul dari beliau,, entah kenapa, yg jelas beliau benerbener keliatan ketakutan akan sesuatu,, mungkinkah beliau telah meliat sesuatu yg sepantasnya tidak boleh diliat? atau mungkin beliau uda ngeliat wajah aslinyah boss yg desasdesusnyah teh mirip ma he-who-shall-not-be-named?

ohh, ruparupanya bukan, ternyata beliau diancam akan ditusuk pake badik seandainyah beliau melakukan kesalahan seperti itu lagih! walhasil, pak markus selama satu minggu kerja, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detiknya selalu naro buku telepon ma kamus didalem kemejanya! beneran uda paranoid ni orang! kesian bangetlah,, mungkin teror dan intimidasi uda jadi keseharian ni boss, wallahu'alam bishawab,,

yg jelas mulai dari hari ituh, boss sering marahmarah gak jelas, uringuringan, ugalugalan, undurunduran,, dan parahnya lagih, pak boss jadi sering nendang dan nonjokin sekatsekat cubicle dikantor,, entah dg maksud dan tujuan apa, hanya pak boss dan Yang Maha Mengetahui yg tau,, dan temanteman yg lain, yg notabene uda lebih dulu masuk KPKNL Biak daripada sayah tentu aja berusaha nenangin pak markus, karena jelas ini merupakan usahausaha utk mengintimidasi pak markus lebih jauh lagih,,
entah benar ato engga, yg jelas pak boss pernah mengaku bahwa dia pernah membunuh satu orang pake badik waktu dulu masi kerja di makassar, untungnyah [ato sialnyah?] kasus pak boss inih bisa diselesaikan dg "jalandamai" sesuai ada setempat,, sepengetahuan keponakan dari istri keduanyah pak boss, keluarga korban juga diteror agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan,, my oh my!

ternyata oh ternyata,,
yah, nobody's perfect but this guy's too d@mn much way away from the words,, i dunno what about to happen next, but perhaps we better off this place,, but it would be great if he-who-shall-not-be-named-and-his-gank that better off this place!

to be honest, matter of fact almost all of the employee in our office, mas idi, pak har, mas ryan, hakim -yg bukan hakam-, mas wiji, kang dedi, kang gunardi, michael, pace alfonsius ma pak markus would feel the same as i do, sebenernyah potensi KPKNL Biak ma KPKNL lain dijajaran Kanwil XVII tuh mantips bangetlah! sayangnyah, keluhan ratarata pelaksananyah tuh sama, "benar sesuai pada apa yg tertera pada al-quran dan al-hadits, -seburukburuknya pemimpin adalah pemimpin yg dzalim-",, semoga ajah pengalaman sayah bisa jadi bahan renungan buat tementemen yg laen,, keadaan di biak sendiri menyenangkan kok, walopun kadangkadang bosen juga sih, penginlah nyodok ato karokean ditempat yg "bersih", tapi mo gimana lagih? saat pendatangpendatang dari jawa mulai beradaptasi dg kondisi di biak, entah kenapa cobaan dan ujian malah datang mendera gak ada abisnya dari orangorang yg sama,,

ah, udalah,,
sebenernyah sayah teh malu euy mau nyeritain inih teh, tapi mo gimana lagih, mungkin bagi tementemen disinih teh inih mah aib, tapi inih mah kenyataan yg harus kami jalanin disinih,, seandainyah kami dipimpin dg orang yg lebih dewasa dan bijaksana, mungkin ceritanyah gak akan seperti inih,,

kemaren baru aja denger dari hakim-yg-bukan-hakam, bahwasanya pas kpala kpknl biak ikutan inventarisasi dana dekonsentrasi ke serui, dia dg pedenyah minta seluruh data bmn padahal yg dibutuhin kan cuman yg berasal dari dana dekon,, emang sih, kepalakantor mah ngertinyah halhal yg lebih penting dan substansial semacem ngumpulin dana taktis yg entah kemana larinyah ituh! viva las vegas ristan!

Labels: , ,

15.11.08

weekend pertama di biak, papua!

ada keresahan mendalam yg meruak kala saya untuk pertama kalinya menghabiskan akhir minggu di biak,,
perasaan miris, marah, sedih, benci, sekaligus ingin melindungi bercampur aduk jadi satu,, apa pasal? komodifikasi alat vital anakanak!
ini luar biasa, maksud saya, benarbenar luarbiasa bahwa pada titik realita, kukukuku neokapitalisme telah tiba di pulau karang yg kecil di sebelah timur jauh indonesia! entah bagaimana awalnya namun pelan tapi pasti, subkultur urban-pop yg menonjolkan perilaku hedonis yg cenderung konsumtif sudah menjangkiti pola pikir anakanak muda disini,,

kala itu malam masih muda, belum begitu larut dan saya memutuskan untuk pergi ke pusat permainan anakanak, sebuah gamecentre, saya berniat untuk menjajal kemampuan saya dalam mengikuti irama musik yg disajikan mesin arcade pump-it up,, turun dari taksi, saya disapa dg pemandangan yg normalnya terjadi setiap malam minggu, di tepi jalan kaum muda -lelaki dan perempuan- bercengkerama menghilangkan beban dan bertukar cerita, ini normal, ini normal,, mereka duduk di sebuah penghias jalan yg berbentuk persegi panjang yg hampir sepanjang luas areal parkir dg tinggi sekitar 60cm dimana ditengahtengahnya terdapat tanamantanaman hias kecil yg cantik namun tak terawat dan juga sekaligus berfungsi pemisah areal parkir dg trotoar seraya berkelakar satu sama lain,,
ini normal,, saya berlalu melewati mereka diiringi tatapan mata mereka, terutama dari kaum hawanya, bukan tatapan kagum mungkin bisa dibilang itu adalah tatapan curiga seakan penuh tanya sedang apa disana? menanti jablay jawabku! hahahaha, maap,,

seorang pemuda gundul dg kaos merah kucel berhiaskan sablonan yg mulai pudar bertuliskan "revolusi untuk revolusi!" dg celana jins belel yg bolongnya bukan cuma disekitar lutut tapi juga paha bahkan daerah pantat pun sudah mulai menganga dan tak lupa sepatu kets jebol yg beralih fungsi menjadi sandal karena terlalu sering dikenakan dg cara diinjak bagian belakangnya,, pemuda aneh tersebut lebih nampak seperti salah seorang mantan skinhead yg menjadi fans fanatik nirvana atau mungkin bisa saja terlihat seperti anggota militer yg desersi dan berniat utk kudeta! (owya? but that's me!) ou, oke, oke, mungkin mereka tidak akan se-skeptis itu, karena dari apa yg saya lihat, saya menyimpulkan bahwa mereka mungkin masih duduk dibangku sltp atau sma,, walau ternyata ada juga beberapa wajah yg sudah terlihat terlalu lama memakan bangku sekolah,, (mungkin mereka tu prinsipnya makin lama makin pinter!)
dalam usia yg masih begitu muda dan penuh optimisme, mungkin mereka hanya berpikir bahwa ternyata alien (maksutnyah saya!) dari asteroid b612 juga gemar menghabiskan waktu luang di gamecentre! (ahha!)

akhh, saya ngga ambil pusing dg itu semua, sudah biasa dipandang dg tatapan yg seperti itu,, sedikit menghina sih tatapannya, tapi hey, bukankah orangorang yg sering menghina adalah orangorang yg benarbenar hina daripada orangorang yg dia anggap hina?? saya lantas berada di depan kasir penukaran koin dimana penjaganya melayani dg gerakgerik dan bahasa tubuh yg nakal, baiklah mungkin dia mantan stripper di bar yg ada disekitar sini, saya ngga peduli! setelah menukarkan koin, saya langsung menuju kearah permainan favorit saya berada, namun sayang disana ternyata ada gadisgadis kecil yg tertawatawa seraya meloncatloncat kesanakemari mengikuti irama musik yg membius nadi,,
saya ngga peduli! okeh baiklah, saya peduli dg hal ini, ini artinya saya harus mengantri,, fiuuh, dan nampaknya saya harus mengantri agak lama karena selain saya disana masih ada gadisgadis kecil lain yg juga termasuk dlm daftar waiting list,, saya memutuskan utk berkeliling dulu,, banyak sekali jenis mesin disini, tapi anehnya, ada beberapa jenis mesin yg implisit berbau judi dan undian yg terdapat disini dan bebas dimainkan siapa saja, termasuk anakanak! gawat! ini bahaya! memang awalnya biasa saja, anakanak pasti menyukai jenis permainan ini, karena terlihat jelas wajah mereka yg penuh harap itu melihat kearah mesinmesin tersebut,, entahlah, mungkin saya salah mengartikannya, mungkin bukan penuh harap tapi rakus, tentu saja,, apalagi bagi mereka yg sudah sering memainkan permainanpermainan berbau judi tersebut, mereka yg sudah hapal letak celahcelah kemenangannya, merekamereka itulah yg dg polos dan lugunya menyebarkan berita gembira ttg kemenangan yg mereka rasakan kepada temanteman lainnya, dan merekamereka itulah yg nantinya akan menyebarkan perasaan histeria setelah memenangkan permainan dg berbagai macam cara!

mungkin bagi orangorang lainnya hal itu gak jadi masalah selama anak mereka senang dan gembira berada didalam gamecentre tersebut,, tapi masalahnya, mereka berada dalam kegembiraan semu! lambatlaun perasaan ingin selalu menang ini bakalan menyempit dan seiring mereka bertambah tua hal itu bakal berubah jadi watak! jadi karakter! karakter yg apatis dan egosentris!

pernah liat bapakbapak ato omom yg gak mau ngalah walopun mereka sendiri tau kalo mereka tuh salah?? nah, kebiasaan buruk maen judi di gamecentre inih bisa aja jadi salahsatu pemicunya,, mesinmesin judi yg tersedia harusnya diawasi oleh pegawaipegawai disitu, karena selain emang bisa ngasih dampak busuk, mesin ituh juga sama sekali gak menarik,, bayangin ajah, ada mesin yg isinyah ratusan koin dan dg sistem yg ada didalemnya, kita diharusin buat masukin koin yg kita punya kedalemnyah, kalo kita beruntung kita bisa ngedapetin ratusan koin yg ada didalemnya, tapi apa yg terjadi kalo kita sial? rasa penasaran! kesel! dan pengin nyoba lagi,, lagi dan lagi,, begitu terus sampe mereka sadar kalo hal itu tuh fana,, kapan sadarnya? entahlah, jangan tanya saya,, tanya mereka!

Labels: ,

darah muda tanpa mata

Pengantar

Tergulingnya Soeharto merupakan satu peristiwa yang telah lama ditunggu oleh mayoritas rakyat Indonesia. Bukan hanya ditunggu, melainkan diperjuangkan dengan air mata dan darah oleh begitu banyak orang. Bertahun-tahun, begitu banyak orang berjuang untuk menggusur tirani yang dibangun Soeharto. Berbagai macam cara telah diupayakan untuk menumbangkan kekuasaan Orde Baru. Kegagalan demi kegagalan ditemui dalam perjalanan panjang menuju penumbangan kekuasaan militer Soeharto. Dengan demikian, pernyataan Soeharto tanggal 21 Mei 1998, yang mengumumkan pengunduran dirinya, merupakan hujan yang sontak menyapu panas yang bertahun-tahun terik menyengat bangsa ini.

Kenyataan yang kasat mata bahwa pukulan mematikan atas rejim Soeharto datang dari sebuah mobilisasi massa yang berlangsung nyaris tiap hari, hampir di semua kota utama di negeri ini, membuahkan inspirasi tentang kekuatan sebuah gerakan massa. Tentu saja kita tidak boleh menutup mata, atau memakai kacamata kuda, bahwa semata gerakan massa itulah yang berhasil menumbangkan Soeharto. Namun, tidak pelak lagi, pertempuran-pertempuran jalanan, yang terjadi bahkan sampai di kota-kota kecil yang sebelumnya tidak terdengar memiliki tradisi gerakan massa, itulah yang telah mendorong krisis politik sampai ke tahap di mana mundurnya Soeharto merupakan satu hal yang tidak dapat lagi dihindarkan.

Inspirasi yang datang dari gerakan massa yang membahana menjelang tumbangnya Soeharto ini kemudian mendorong terjadinya adopsi terhadap metode ini oleh rakyat di hampir seluruh pelosok negeri pasca Orde Baru. Saat ini, tiap hari, tidak pernah absen berita tentang gerakan massa menghiasi televisi, surat kabar, atau radio. Di Jakarta dan sekitarnya, hampir tidak ada hari tanpa demo. Sampai-sampai kepolisian sudah membuat rambu: “Lalu-lintas dialihkan, ada demo” dengan bahan yang bagus dan kuat – satu pertanda bahwa kepolisian sendiri mengantisipasi gerakan massa sebagai salah satu fitur utama dari wajah sosial masyarakat Indonesia saat ini.

Watak Aneh Perkembangan Gerakan Massa Pasca Soeharto

Memang aneh. Pasca tumbangnya Soeharto, demonstrasi dan gerakan perlawanan massa berlangsung spontan di mana-mana. Demonstrasi, bahkan sampai tingkat yang sangat keras, telah diterima sampai lapisan masyarakat terbawah. Tanpa pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk melancarkan perlawanan terorganisir, massa rakyat tetap mempercayai (barangkali sampai tingkat beriman) bahwa gerakan massa adalah cara terampuh agar hak-hak mereka dapat dipertahankan. Justru di tengah membaranya gerakan massa spontan di tengah berbagai lapisan massa rakyat, gerakan massa terorganisir justru mengalami pembusukan. Hampir semua organisasi massa besar, yang menjelang tumbangnya Soeharto mengambil peran yang penting, kini malah hancur berantakan. Satu persatu para pimpinan gerakan massa itu saling berselisih. Mulailah terjadi pemecatan-pemecatan, atau split di tengah berbagai organisasi.

Perpecahan di tengah gerakan massa terorganisir ini membuat momentum yang dihasilkan oleh perlawanan spontan massa rakyat menjadi terbuang percuma. Tenaga yang dihasilkan oleh perlawanan massa rakyat tidak dapat dikonversi menjadi sebentuk kemenangan demokrasi sejati bagi rakyat.

Di balik segala macam alasan yang diajukan orang mengenai mengapa mereka harus bercerai, kita sesungguhnya menemui satu titik persamaan: ketidaksepakatan mengenai tujuan perjuangan. Hampir semua organisasi bicara tentang demokrasi. Tapi tidak ada yang bicara kongkrit tentang demokrasi apa yang mereka inginkan. Begitu banyak organisasi gagal merumuskan secara rinci, demokrasi seperti apa yang mereka idamkan, jalan mana yang menurut mereka paling mungkin untuk mencapai kesejahteraan, dan (tentu saja) batasan kongkrit tentang kesejahteraan yang mereka kejar. Tujuan-tujuan dibuat sumir sehingga bebas diinterpretasikan siapa saja. Begitu terjadi ketidaksepakatan, tujuan ini tidak dapat menjadi alat pemersatu – justru menjadi alat pemecah-belah. Justru karena tujuan dirumuskan dengan sangat mengambang, idealis, bias dan mengawang-awang.

Sebelum Soeharto jatuh, barangkali tidak penting bagi banyak orang untuk bicara mengenai masa depan. Barangkali juga mereka terlalu takut untuk bermimpi. Bagi mereka, mungkin, “masa sekarang saja sudah terlalu berat, masih mau mimpi tentang masa depan.” Barangkali juga mereka lupa salah satu pesan terpenting Martin Luther King, martir pembebasan kaum kulit hitam Amerika itu, bahwa sandaran perjuangannya adalah mimpinya tentang kebebasan. “I had a dream,” demikian kalimat pertama ketika ia berpidato di hadapan 1,5 juta warga kulit hitam Amerika di Memphis. “Saya punya mimpi,” seru Martin Luther King, dan jutaan orang berbaris mengikutinya menggapai mimpi. Demi mimpi itu, jutaan orang berjuang sampai titik darah terakhir, dan kini mimpi itu telah terwujud walau belum sepenuhnya.

Karena tidak memiliki mimpi yang detil, tidak memiliki tujuan yang rinci, gerakan massa terorganisir di negeri ini terjebak dalam kerja-kerja jangka pendek. Kebanyakan organisasi hanya bertindak sebagai proyektor – dikerjakan hanya kalau bisa dijadikan proyek dan dibikinkan proposal. Orang dan organisasi tidak akan mengerjakan apa yang perlu untuk tercapainya tujuan mereka, melainkan apa yang bisa “diuangkan.”

Maka wajarlah bila sekarang ini, dimana organisasi-organisasi rakyat (buruh, tani, nelayan, perempuan, adat dan miskin kota) tumbuh dan berkembang, masih terkotak-kotak, kecil dan masih cenderung sektarian, juga mayoritas terpotong pada perjuangan normatif atau sosial ekonomi. Hal ini tidak dapat ditampik dari hegemoni ORBA yang melekat pada mayoritas pola mikir massa rakyat.

Selain pengorganisiran kerja-kerja organisasi dominasinya terkonsentrasi pada advokasi-advokasi baik ke anggota maupun advokasi kebijakan publik dan turunanya bukan pada bagaimana dapat terjadi perubahan struktural. Sebagai contoh; 1). Dalam advokasi keanggotaan; mempertahankan pekerjaan bila terjadi PHK (serikat buruh), bagaimana mendapatkan tanah garapan (serikat tani). 2). Dalam advokasi kebijakan; perlawanan atau penolakan terhadap UU perburuhan (revisi UUK), kebijakan UMK, PERPRES 36 dll. Dalam perlawanannya anggota memang selalu dilibatkan dalam aksi-aksi perlawanan. Celakanya dalam aksi-aksi massa terkadang yang jadi ukuran adalah berapa media massa yang meliput. Karena belum pada perubahan struktural.

Juga terjadi pembusukan dari para pemimpin yang mengaku pemimpin gerakan, yang cepat puas, mementingkan dirinya sendiri atau menganggap bahwa organisasi rakyat yang didirikan adalah kerajaan dirinya. Kalau ada kader yang berpikir maju ditendang atau tidak mendorong adanya kaderisasi yang melahirkan pemimpin dari massa, menjadikan organisasi rakyat hanya papan nama tidak butuh besar dalam hitungan massa (tidak mau mengorganisir secara serius), tidak dikenal dibasis massa dan lingkungan sekitarnya. Organisasi macam ini bukan organisasi gerakan, karena hanya dibuat cukup untuk legitimasi dalam mengakses proyek atau dana dari funding. Dan hanya mensejahterakan sekelompok kecil dari dana yang didapat dari luar. Maka organisasi macam ini jangan berharap jauh-jauh untuk menumbangkan tirani atau mensejahterakan massa rakyat. Tapi justru akan merusak atau membusukkan pergerakan itu sendiri.

Maka pentingnya mimpi-mimpi atau masa depan sejati dalam memperjuangkan massa rakyat menuju kesejahteraan sejati sebagai landasan pijak agar kita tidak terjebak pada penyakit-penyakit gerakan yang semakin menjauhkan rakyat pekerja pada kekuasaan dan kesejahteraan sejati.

Di Tengah Kebangkitan kembali Gerakan Massa

Walau begitu carut-marutnya wajah gerakan massa terorganisir di negeri ini, hukum dialektika tidak dapat ditolak atau dihentikan. Di mana ada perpecahan, di situ juga akan lahir persatuan. Satu persatu, berbagai elemen rakyat kini menemukan satu elan baru, nafas baru, semangat baru untuk bersatu. Berbagai aliansi dibangun dengan menjadikan konsolidasi jangka panjang sebagai salah satu tiang pokoknya. Berbagai upaya unifikasi dikerjakan – sekalipun hasilnya beraneka ragam dan belum ada yang dapat dikatakan mencatat keberhasilan yang telak.

Elan baru inilah yang sayang sekali kalau sampai gagal lagi menghasilkan perubahan nasib bagi massa rakyat tertindas di negeri ini. Maka semangat ini harus dijaga. Bukan dengan mengobar-ngobarkannya terus-menerus, malah bisa cepat kehabisan bahan bakar. Namun dengan memberinya arah berjalan yang tepat. Sebuah kobar api yang terus bergerak dan bertambah besar karena ia bergerak sesuai sebuah koridor, sebuah lorong, yang telah dipancangkan sebelumnya.

Pelajaran yang telah kita dapat dari gerakan massa yang dahulu sanggup menumbangkan Soeharto, namun kemudian membusuk dengan sendirinya pasca Sang Jenderal Tersenyum, adalah: kita harus memiliki tujuan yang jelas, kongkrit, membumi, terpikir dengan rinci dan mencakup segala segi kemasyarakatan. Gerakan massa harus memiliki bayangan yang kongkrit, seperti apa masyarakat yang diinginkannya. Seperti cetak biru bagi sebuah gedung megah. Tentu saja di tengah pembangunan gedung itu, cetak biru itu akan mengalami perubahan di sana-sini. Tapi, tanpa cetak biru itu, mustahil gedung itu akan berdiri.

Yang mau saya katakan adalah: gerakan massa harus memilih ideologinya. Sebuah gambaran jelas mengenai masa datang, sebuah mimpi yang akan diupayakan dan diperjuangkan melalui darah dan air mata. Darah dan air mata, toh tiap hari kita tumpahkan karena kita ditindas – mengapa tidak kita tumpahkan dalam perjuangan. Tanpa idelogi yang jelas, tanpa tata-berpikir dan tata gerak yang runtut dan rapi terjalin, gerakan massa akan terus terjebak dalam pertikaian-pertikaian remeh yang aneh itu.

Tapi, bukan sembarang ideologi yang dapat kita pilih, melainkan ideologi yang jelas berpihak pada massa rakyat pekerja – ideologi yang akan menempatkan buruh, tani, nelayan dan sektor-sekor miskin perkotaan menjadi para pengambil keputusan tertinggi di negeri ini. Bukan pengusaha, bukan tentara, bukan birokrat, bukan pula ulama, yang seharusnya memegang kekuasaan atas negeri ini. Tapi, demos kratein, kekuasaan massa rakyat, harus berarti rakyat jelatalah yang memegang kekuasaan tertinggi atas segala aspek ekonomi, sosial-politik dan budaya di negerinya sendiri.

Kemudian, perlunya memperkuat organisasi sektoral baik dari tingkat lokal sampai ke nasional. Kekuatan organisasi nasional (serikat buruh, serikat tani, serikat nelayan, yang didukung didalamnya dengan keseimbangan perempuan) sangatlah penting. Karena selain persatuan, agar gerak dan langgam kerja terstruktur dari tingkat kekuasaan terendah sampai kepusat. Artinya harus ada kepemimpinan secara politik yang dapat berhadap-hadapan dengan kekuasaan di tingkat level manapun. Termasuk mempersiapkan dirinya (baca kader) untuk siap duduk dalam kekuasaan. Organisasi rakyat harus dijadikan ruang untuk belajar politik yaitu dimulai dalam merumuskan cita-cita yang akan di capai, belajar demokrasi dan belajar tentang penguasaan ekonomi, sosial dan budaya. Disinilah penataan organisasi gerakan diuji, apakah akan mampu menata organisasinya atau tidak karena kalau tidak mampu tentunya akan terjadi kesemrawutan yang menghambat pada tahapan berikutnya.

Tentang kepemimpinan yang tidak boleh dilupakan oleh organisasi rakyat yang berbasiskan kelas pekerja (buruh, tani, nelayan) adalah dominasi kepemimpinan haruslah dari kelas tertindas itu sendiri. Yang terlatih dan teruji dalam disiplin, kolektivitas kerja dan yang merasakan ketertindasan langsung, tentunya sangat berbeda dengan borjuis kecil yang penuh dengan subyektivitas yang selama ini banyak terjangkit penyakit-penyakit gerakan. Hingga menghancurkan gerakan rakyat atau tidak mampu untuk mewujudkan cita-cita perjuangan sejati. Maka selain harus memberikan ruang dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin yang lahir dari massa, penempatan dan pembagian peran yaitu kolaborasi antara pemimpin yang berasal atau berbasis kelas tertindas dengan intelektual harus diatur sedemikian rupa agar tidak terjebak pada dominasi yang tidak berpihak pada kelas tertindas.

Ketajaman analisa baik atas suatu kondisi (lokal–nasional–internasional) akan banyak menentukan, mempengaruhi kinerja dan kebijakan organisasi. Hal ini dibutuhkan dalam membaca momentum yang akan terus diciptakan oleh lawan (kelas pemilik modal dengan sistem dan kekuasaan) yang dapat kita pakai untuk mulai merajut menuju koalisi atau persatuan antar sektor.

Yang harus diingat, ketika terbentuk organisasi nasional sektoral yang kuat jangan sampai terjebak sektarian. Karena untuk mewujudkan cita-cita perjuangan tidaklah cukup dengan satu sektor saja, tetapi harus di pertemukan atau disatukannya organisasi rakyat pekerja (buruh, tani, nelayan dan rakyat tertindas lainya) dalam satu koalisi menuju front. Dan menyatukan bukan berarti mengambil pemimpinnya atau memotong saja tetapi harus mau bekerja keras atau mempunyai modal organisasi yang berbasis massa besar dan kuat pula. Padu padannya antar sektor juga harus digarap mulai dari bawah keatas dan atau sebaliknya atau bukan sekedar perkawinan elit, agar benar-benar kokoh dan kuat. Jika ini terwujud berarti pembentukan alat politik (partai) dalam pergerakan perjuangan melawan tirani dapat dengan mudah dilampaui.

Jika ini telah terwujud, gerakan massa tidak akan sia-sia. Energinya akan tercurah, dan pengorbanan yang dipersembahkannya kelak akan membuahkan kesejahteraan sejati bagi diri mereka sendiri yang selama ini ditindas, dihisap dan dikorbankan demi kemewahan kaum elit.

Cimone, Akhir Mei 2006

Anwar ”Sastro” Ma’ruf, Ketua Umum KASBI.

Catatan: Makalah dipresentasikan dalam Diskusi Gerakan Sosial yang diselenggarakan Rumah Kiri dan Pergerakan di Sekretariat Pergerakan, Bandung, tanggal 1 Juni 2006.

Labels: ,

meteor garden

ntar bulan desember taun ini, bumi bakalan disambangin ma hujanmeteor!

heiholetsgo! ko bisa begitu?


ginih, menurut temen sayah yg kerja di lapan, [lembaga penerbangan dan antariksa nasional] thomas djamaluddin -28taun,pria tulen udah merit, anak satu- sebenernyah udah dari awaltaun2008 inih tepatnyah tanggal 4januari2008, bumi udah dihujani ma meteormeteor-tak-tau-diri ituh,,
sayangnyah, kebanyakan dari kita lebih seneng buat ngabisin waktu kita ngerjain halhal gak guna semacem ngareunceum dan memperdaya gadisgadis remaja yg masih labil dan butuh afeksi,,

nah, buat yg mau buangbuang waktu nontonin hujanmeteor terakhir di taun inih, silakan ajak handaitaulan dan sanaksaudara buat nyaksiin pemandangan akbar taun inih, karena hujanmeteor di bulan desember inih tuh yg paling keren dibanding yg sebelumsebelumnyah,,

dibuka dg hujanmeteor puppid pada tanggal7desember nanti,, deklinasi tumbukan meteor puppid dg atmosfer bumi bersifat tersebar, scattered,, karena itu rentang waktu penampakan si puppid inih bakalan lama,,

lalu disusul dg hujanmeteor geminid, yg mana termasuk kedalam kategori hujanmeteor kelas satu,,, yep, hujan meteor geminid dari rasi bintang gemini inih bakalan keliatan jelas banget dari bumi bagian utara dan bakal nampak kayak rentetan bintangjatuh kalo diliat dari bumi daerah khatulistiwa, whis is indonesia termasuk didalamnyah!
wonderful ain't it?

sudut bertumbuknyah debu dan gas dari hujan meteor geminid inih terjadi di deklinasi 33derajat, jadinyah di indonesia bakal keliatan kayak rentetan bintangjatuh,,
bersyukurlah buat kamuhkamuh yg tinggal di indonesia sebelah atas [sayah sebut gituh, karena orangorang sok elit disinih cuman ngebagi indonesia jadi 3bagian; barat, tengah, timur,, dasar fasis apartheid!] karena disekitar sanah hujanmeteor geminid bakalan tetep keliatan walopun cuaca lagih berawan atopun ujan,,

nah, buat yg di pulaujawa dan daerah indonesia sebelah bawah laennyah, berdoa ajah supaya dikasi kesempatan ngeliat pemandangan langka inih,, buat yg dibandung, silakan dateng ke boscha, jangan ngaku orangbandunglah kalo belom pernah ke boscha!
tapi inget, kalo keboscha jangan lupa ttg aksebilitas ekologi sosial, minimal jangan nyampahlah,, soalnyah keberadaan bosscha sendiri mulai keancam dg adanyah isu pembangunan supermal dan pusat komputer yg gak sejalan dg kebijakan tataruang!
-ehm, bikin kebijakan kok gak dijalanin dg bijak sih pak,,-
belum lagi, generasi muda di bandung, contonyah anak smalah, banyak yg kebih mesyen dan nyetail ketimbang merhatiin lingkungan eksistensi mereka sendiri,,

yah, mogamoga dg datengnyah hujanmeteor geminid di bulan desember, hal ituh bisa dijadiin inspirator sbagai kaleidoskop buat kita semua utk bisa lebih ngehargain sejarah dan daya renung kedepan dlm kerangka perkembangan [ato kehancuran?] jaman, karna kita gak hidup hanya utk hari inih! inget kan, kecoa tempur tempur gak pernah mati?


hint: nontonin hujanmeteor geminid desember ntar bakalan kerasa lebih enak kalo sambil dengerin efekrumahkaca yg melankolia ma yg desember! eh, ma insomnia trus ma yg efekrumahkacanyah juga bagus ketang,, ung, semuanyah ajalah, jeniuss nyakmuss bagusslah mereka mah!

Labels: ,

7.11.08

marimari kunjungi laman frenster sayah, caranyah mudah: cukup klik judul inih ajah,,

dan masukin imel adres sayah kalo diminta!
masi pada inget gak imel adres sayah??
nih ateuh sayah kasih lagih bisi pada lupa mah,,
jexixka@yahoo.co.uk

Labels:

1.11.08

tokyo jihen adult 2006

uwaaaah,,,
lagih keingetan buat ndonlot tokyo jihen yg adult, eh ketemu langsung ma link yg baik hati dan gak ribet buat ndonlotnyah,,
hehehehe, lucky me!
eniwei, sebenernyah udah lama juga sih taunyah, cuman baru keingetan skarang ajah,,
heuheu, maklum kapasitas nih otak sering ketutup ma kebutuhan hati,,
huahahah,,
yaudalah, nih langsung ajah sayah beri sekalian, langsung ajah klik kanan dijudul lagunyah, insya4W1 langsung srooot nyedooot!
gimana? baek gak sayah? daripada nyedot dari multiply, beuh ribet,,

tokyo jihen - 01 - himitsu.mp3
tokyo jihen - 02 - kenka joutou.mp3
tokyo jihen - 03 - keshou naoshi.mp3
tokyo jihen - 04 - superstar.mp3
tokyo jihen - 05 - shuraba (adult version).mp3
tokyo jihen - 06 - yukiguni.mp3
tokyo jihen - 07 - kabuki.mp3
tokyo jihen - 08 - blackout.mp3
tokyo jihen - 09 - tasogare naki.mp3
tokyo jihen - 10 - toumei ningen.mp3
tokyo jihen - 11 - tegami.mp3
tokyo jihen_adult cover.jpg

matter of fact, sayah bagibagi link inih teh sambil ndonlot juga,,
fufufu, tapi yakinlah, da kayaknyah mah linknyah bisa dipercaya!
=D

Labels:

8.8.08

solitude

laugh, and the world laughs with you
weep, and you weep alone
for the sad-old-earth must borrow its mirth
but has trouble enough of its own?

sing, and the hills will answer
sigh, it is lost in the air
the echoes bound to a joyful sound
but shrink from voicing care

rejoice, and men will seek you
grieve, and they turn and go;
they want full measure of all your pleasure
but they do not need your woe

be glad, and your friends are many
be bad, and you lose them all;
there are none to decline your nectared wine
but alone you must drink life's gail

feast, and your hails are crowded
fast, and the world goes by
succeed and give, and it helps you live
but no man can help you die

there is a room in the halls of pleasure
for a large and lordly train
but one by one we must all file on
through the narrow aisles of pain

Labels: ,